benuanta.co.id, BULUNGAN – Salah satu destinasi wisata yang sempat menjadi primadona masyarakat, Gunung Putih Seriang, kini kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Destinasi yang berada di Tanjung Palas Tengah, Kecamatan Tanjung Palas, ini dikenal dengan tebing kapur putih keabu-abuan serta nilai sejarah yang erat dengan Kesultanan Bulungan.
Terletak di wilayah Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Gunung Putih Seriang dulunya populer sebagai destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama tebing, gua burung, hingga pemandangan dari puncak yang kerap diselimuti suasana tenang dan spiritual.
Tak hanya menawarkan keindahan alam, kawasan ini juga menyimpan nilai budaya dan sejarah yang kuat, sehingga pengunjung dapat merasakan keterhubungan dengan masa lalu Bulungan.
Setelah sempat terbengkalai selama beberapa tahun, pemerintah daerah kini mulai memfokuskan kembali pengembangan Gunung Putih Seriang sebagai destinasi wisata andalan.
Kepala Bappeda Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta mengatakan, revitalisasi kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas utama karena nilai sejarah yang dimilikinya.
“Wisata ini karena merupakan sejarah dari Kabupaten Bulungan dan sudah sejak lama tidak dimaksimalkan, maka kita akan melakukan revitalisasi. Ke depan tentu perbaikan-perbaikan, jalan masuk ini akan kita lakukan, kemudian fasilitas-fasilitas lain juga akan kita lengkapi,” ujar Iwan, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, pengembangan Gunung Putih Seriang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Secara pendapatan PAD, dalam waktu dekat kita akan melakukan pendekatan dengan masyarakat karena ada beberapa lahan yang berada di sertifikat masyarakat. Pengelolaannya nanti bisa dilakukan bersama-sama,” jelasnya.
Iwan menambahkan, kawasan di luar area utama wisata akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir, pusat cendera mata, serta lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh desa.
“Termasuk pertokoan, souvenir, dan UMKM-nya nanti dikelola desa, sehingga pemasukan bisa bermanfaat bagi kabupaten maupun desa,” tambahnya.
Selain itu, pengelolaan kawasan wisata juga akan melibatkan masyarakat setempat melalui karang taruna maupun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Masyarakat nanti, baik melalui karang taruna atau pokdarwis, akan bersama-sama melakukan pengelolaan. Jadi kawasan Gunung Putih ini benar-benar menjadi milik bersama,” katanya.
Lebih jauh, selama ini kawasan Gunung Putih Seriang kurang mendapat perhatian, sehingga banyak fasilitas yang terbengkalai. “Banyak kayu-kayu dan sarana yang terabaikan. Itu yang perlu kita revitalisasi,” tuturnya.
Iwan menyebutkan, pengembangan sektor pariwisata di wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai sektor unggulan.
“Pariwisata menjadi salah satu unggulan di koridor perkotaan Tanjung Selor dan Tanjung Palas. Maka sektor ini akan kita aktifkan lagi,” pungkasnya.
Dengan rencana revitalisasi yang melibatkan masyarakat serta penguatan fasilitas pendukung, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap Gunung Putih Seriang dapat kembali menjadi destinasi favorit, sekaligus mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







