Perdana, 30 Wisudawan di Tarakan Menyandang Gelar Sarjana Lansia

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 30 wisudawan lanjut usia dari Yayasan Almarhamah Program Sekolah Nusantara Ramah Lansia (Nurani) telah resmi menyandang gelar S Lansia (S.L) pada Kamis (12/2/2026). Wisudah tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is di Gedung Serba Guna Pemerintah Kota Tarakan.

Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan, kehadiran negara harus dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk para lanjut usia. Menurutnya, jumlah lansia akan semakin bertambah sehingga diperlukan langkah pemberdayaan agar mereka tetap memiliki fungsi sosial di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, keberadaan panti jompo maupun sekolah lansia merupakan bagian dari upaya tersebut. Hal yang paling penting, kata dia, adalah membangun kembali kerekatan sosial para lansia.

“Selama ini, perhatian dan rasa sayang keluarga terkadang justru tanpa disadari membatasi ruang gerak orangtua di rumah. Padahal, melalui sekolah lansia, mereka bisa merasa dihargai, memiliki aktivitas, dan melakukan berbagai kegiatan yang mungkin tidak pernah mereka lakukan sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

Di lingkungan sekolah, para lansia dapat mengikuti kegiatan seperti menggambar, membersihkan lingkungan, dan aktivitas lain dengan penuh keceriaan. Kegiatan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses menghidupkan kembali peran dan fungsi sosial mereka.

Ia menekankan, meski lansia mengalami penurunan fungsi secara fisik, kondisi psikologisnya harus tetap sehat. Jangan sampai kondisi tersebut membuat lansia merasa tertekan  atau terasingkan maka akan menimbulkan mental ilness atau gangguan kejiwaan.

Ia berharap, melalui sekolah lansia, warga yang telah memasuki usia lanjut tetap bisa produktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Semangat itulah yang ingin dihadirkan di Kota Tarakan, agar para lansia tetap efektif, berdaya, dan mampu mengisi ruang-ruang pembangunan sesuai kapasitasnya.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Sementara itu, Ketua Yayasan Almarhamah sekaligus penggagas program Nurani, Muhammad Zulfunun  menjelaskan, Wisuda Lansia merupakan rangkaian akhir dari kurikulum Sekolah Lansia pada jenjang standar satu (S1). Program ini dirancang sebagai upaya intervensi sosial untuk mengubah lansia yang sebelumnya mengalami disfungsi sosial menjadi kembali berfungsi dan aktif di tengah masyarakat.

“Wisuda tersebut bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan penanda kelulusan tahap pertama. Setelah S1, para lansia dapat melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 dengan capaian yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pada jenjang S1, fokus utama adalah mengubah kepedulian menjadi kebahagiaan. Lansia yang sebelumnya kurang memiliki aktivitas didorong untuk kembali aktif melalui berbagai kegiatan sosial sehingga muncul kembali semangat berinteraksi dan berkontribusi di lingkungan masyarakat.

Selanjutnya pada jenjang S2, pendekatannya adalah mengubah kepedulian menjadi pemberdayaan. Pada tahap ini lansia dibekali keterampilan produktif, seperti membatik dan membuat sabun, yang telah mulai dipraktikkan. Lansia didorong untuk berkarya dan mengembangkan potensi diri agar tetap produktif.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tertibkan Knalpot Brong dalam Operasi Keselamatan Kayan 2026

Adapun pada jenjang S3, targetnya adalah menjadikan lansia sebagai duta lansia. Mereka diharapkan dapat berperan aktif di masyarakat, seperti terlibat di posyandu, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPK), sekolah lansia, atau kegiatan sosial lainnya. Inilah tujuan besar dari program Sekolah Lansia, yakni menciptakan lansia yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi.

“Terkait pembiayaan, program Sekolah Lansia tidak memungut biaya dari peserta. Seluruh pendanaan bersumber dari dana keumatan dan donasi masyarakat yang dikelola Yayasan Almarhamah. Yayasan ini juga mengelola lembaga zakat dan berkolaborasi dengan amil zakat Dompet Dhuafa Nasional. Dana yang terhimpun kemudian dikelola dan diturunkan dalam bentuk program-program pemberdayaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *