Pembeli Enggan Berbelanja, Pedagang Keluhkan Banjir di Pasar Gusher

benuanta.co.id, TARAKAN – Pedagang Pasar Gusher Tarakan mengeluhkan banjir yang kerap menggenangi kawasan pasar saat hujan turun. Kondisi tersebut membuat pembeli enggan berbelanja karena situasi yang kurang nyaman.

Salah satu pedagang Pasar Gusher Tarakan, Ana, mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak 2025 lalu. Atap yang bocor serta drainase yang tersumbat menjadi akar permasalahan terjadinya banjir.

“Setiap hujan deras, pasti naik ke sini (lorong pasar). Karena paritnya sumbat, airnya tidak keluar ke sana. Semua atapnya bocor juga,” ujarnya, Kamis (11/2/2026).

Baca Juga :  DPRD Tarakan Soroti Kendala Program MBG di Tarakan Timur

Ia menyebutkan, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada pihak pengelola. Namun hingga saat ini belum ada respons. Akibatnya, pemasukan pedagang menurun karena kondisi pasar yang tidak mendukung aktivitas jual beli.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, mengatakan Pasar Gusher Tarakan berada di bawah pengelolaan PT Gusher hingga 2031. Ia menyebut PT Gusher telah menerima uang sewa dan kebersihan sehingga seharusnya persoalan ini segera ditangani.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

“Kita mau panggil pengelola. Memang ada di sini lapak-lapaknya Pemda, tapi tidak banyak. Memang begini, uangnya diambil oleh mereka (PT Gusher) tapi tidak mau memperbaiki infrastruktur, kan ini menurut saya agak kacau,” ungkapnya.

Menurutnya, pengelola harus segera memperbaiki infrastruktur agar pembeli dan pedagang dapat berniaga dengan nyaman tanpa kendala. Pemkot Tarakan juga akan berdiskusi untuk membantu mencari solusi perbaikan infrastruktur tersebut.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Selain itu, Pemkot Tarakan akan membantu membersihkan area pasar dan drainase sebelum puasa dimulai.

“Memang sudah bocor-bocor, nanti kita ingatkan para pengelola supaya diperbaiki. Nanti kalau urusan banjirnya, mungkin itu biasanya karena sumbatan dan lain-lain, kita gotong royong dipercepat sebelum puasa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *