benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah tokoh agama dan tokoh organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan di Kota Tarakan mendeklarasikan komitmen menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang deklarasi, tetapi juga sarana silaturahmi serta doa bersama antar tokoh agama menjelang datangnya bulan puasa.
Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan, H. Syamsi Sarman, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan.
“Agenda kita hari ini, FKUB bekerja sama dengan Binda Kaltara dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut muncul sejumlah catatan dan masukan yang menjadi perhatian bersama. Seluruh hasil diskusi akan direkomendasikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Beberapa poin yang menjadi atensi di antaranya penertiban minuman keras, balapan liar, lomba lari malam, serta aktivitas membangunkan sahur yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Misi utamanya cuma itu. Semua usulan intinya mengarah pada kamtibmas,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar warung makan yang tetap beroperasi selama Ramadan dapat menutup pandangan umum dengan terpal atau tenda.
“Biasanya sudah ada aturan dari Wali Kota. Warung yang buka harus menutup pandangan. Termasuk tempat hiburan yang biasanya dihentikan sementara selama Ramadan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IV Majelis Ulama Kota Tarakan, Abu Salman, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga ketenteraman masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bisa menyatukan seluruh tokoh agama. Ketenteraman dan keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia menilai, suasana yang aman akan membuat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat berjalan dengan baik. Abu Salman juga berharap pertemuan serupa dapat dilakukan secara rutin.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti sejumlah persoalan seperti tradisi membangunkan sahur yang berlebihan dan peredaran minuman keras, termasuk minuman oplosan yang banyak dikonsumsi remaja.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada pemerintah dan aparat terkait. Masalah miras dan oplosan ini sangat berbahaya dan perlu penanganan serius,” jelasnya.
Menurutnya, hasil diskusi tersebut akan disampaikan kepada masjid-masjid melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta kepada Pemerintah Kota Tarakan sebagai pihak yang memiliki kewenangan penindakan.
“Pemerintah punya perangkat seperti Satpol PP. Kami berharap bisa berkolaborasi dengan kepolisian dan instansi terkait sebelum Ramadan dimulai,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para tokoh agama dan ormas Islam juga membacakan deklarasi bersama yang berisi komitmen menjaga keamanan dan toleransi selama Ramadan.
Adapun isi deklarasi tersebut antara lain:
- Siap untuk menjaga dan mendukung terciptanya situasi yang aman serta kondusif di wilayah Kota Tarakan khususnya selama bulan Ramadan 1447 H/2026 M.
- Mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga sikap toleransi dan kerukunan umat beragama yang telah terjaga dengan baik di Kota Tarakan.
Deklarasi tersebut diharapkan menjadi landasan bersama dalam mewujudkan suasana Ramadan yang aman, damai, dan penuh khidmat di Kota Tarakan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







