benuanta.co.id, BULUNGAN – Warga Tanjung Selor mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram atau gas melon dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat resah, terutama bagi warga yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di sejumlah agen dan pengecer menunjukkan stok gas melon kosong. Banyak warga terpaksa berkeliling dari satu toko ke toko lainnya untuk mencari gas.
Salah satu seorang warga di Jalan Kilometer 2, Son, mengatakan dirinya sudah mencari gas melon sejak Senin. Ia mendatangi beberapa toko dan pengecer, tetapi sebagian besar mengaku stok kosong.
“Ya cukup sulit di dapat saya sudah ke beberapa tempat mencari namum susah,” kata Son, Rabu (11/2/2026).
“Kalau ada pun harganya sudah mahal. Biasanya Rp38 ribu, sekarang bisa sampai Rp60 ribu,” lanjutnya.
Kelangkaan gas melon itu juga berdampak pada para pelaku usaha kecil. Salah satunya pemilik warung makan di Jalan Duku mengaku kesulitan menjalankan usahanya karena tidak mendapatkan gas bersubsidi.
“Gas 3 kilo sangat penting untuk masak. Kalau tidak dapat, kami pakai gas pink yang lebih mahal. Itu juga bikin biaya bertambah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar pasokan gas kembali normal.
Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Diskoperindag) Bulungan menyampaikan bahwa kondisi ini terjadi akibat keterlambatan distribusi dari pusat pengisian.
Pengawas Perdagangan Diskoperindag Bulungan, Rahma, menjelaskan bahwa antrean panjang pengisian elpiji di Berau, Kalimantan Timur, menjadi penyebab utama terhambatnya pasokan ke Bulungan.
“Bukan hanya Bulungan, daerah lain juga mengisi di sana. Jadi distribusinya terlambat,” jelas Rahma.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan agen dan distributor untuk mempercepat penyaluran gas ke masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Diskoperindag bersama pihak terkait akan menggelar operasi pasar pada 18 Februari mendatang. Operasi pasar tersebut diharapkan dapat membantu warga memperoleh gas dengan harga sesuai ketentuan.
Meski pemerintah daerah optimistis stok gas menjelang Ramadan akan aman, warga tetap berharap agar pengawasan terhadap distribusi dan harga di tingkat pengecer dapat diperketat.
Masyarakat juga diminta melapor jika menemukan penjualan gas melon dengan harga yang tidak wajar. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







