benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemeliharaan alat monitoring gempa bumi berupa Wide band Seismograf Warning Receiver System (WRS) yang terpasang di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perawatan rutin untuk memastikan sistem pemantauan aktivitas seismik tetap berfungsi optimal.
Pemeliharaan dilakukan oleh personel teknis BMKG, dengan melakukan pengecekan sensor, sistem perekaman data, jaringan komunikasi, serta kalibrasi perangkat. Langkah ini penting guna menjaga akurasi data getaran tanah yang dikirim secara real-time ke pusat monitoring BMKG.
Perangkat WRS memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan merekam aktivitas gempa bumi, baik skala kecil maupun besar. Data dari alat tersebut menjadi salah satu rujukan utama dalam analisis cepat kejadian gempa dan penyebaran informasi peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat.
BPBD Kabupaten Nunukan menyambut baik kegiatan pemeliharaan ini sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana di wilayah perbatasan.
Kepala BMKG Kabupaten Nunukan, Wiliam Sinaga menjelaskan bahwa perawatan berkala wajib dilakukan untuk menjaga keadaan sistem pemantauan.
“Pemeliharaan alat monitoring gempa ini merupakan kegiatan rutin untuk memastikan sensor dan sistem perekaman bekerja dengan baik dan akurat. Dengan kondisi alat yang prima, data yang dikirim ke pusat akan lebih stabil sehingga mendukung analisis cepat apabila terjadi aktivitas gempa di wilayah sekitar,” ujar Wiliam, Senin (9/2/2026).
Ia juga menambahkan, BMKG terus berkomitmen meningkatkan kualitas jaringan pemantauan guna mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana gempa bumi. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







