Ketua Dewan Pers: Pers Tetap jadi Rujukan Publik di Tengah Medsos

Jakarta – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pers tetap menjadi rujukan masyarakat untuk mencari informasi yang akurat terkait persoalan atau isu yang sensititf.

“Kalau ada masalah-masalah yang krusial, orang tetap ingin bertanya pada pers. Nah, oleh karena itu pers diharapkan tetap menjaga trust,” kata Komaruddin dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Senin.

Komaruddin mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pers Indonesia masih tergolong tinggi di tengah derasnya gempuran informasi dari media sosial.

Baca Juga :  PTDI Pamerkan Pemburu Kapal Selam di Singapura Incar Asia-Pasifik

Oleh karena itu, Ia berpesan kepada seluruh insan pers Tanah Air untuk senantiasa menjaga kepercayaan publik tersebut.

“Salah satu yang diharapkan dari pers itu adalah menjaga trust. Sekarang ini masyarakat trust pada pers masih tinggi, tapi lebih sibuk menikmati medsos. Jadi mereka termanjakan oleh media sosial,” ujarnya.

Salah satu cara menjaga kepercayaan publik, kata Komaruddin, adalah dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis.

“Trust itu hanya muncul didukung oleh satu apa? Profesionalisme. Kalau insan pers tidak profesional, maka trust akan menurun,” kata Komaruddin.

Baca Juga :  Pemantauan Hilal Awal Ramadhan Digelar di 96 Titik di Indonesia

Kepercayaan publik tersebut akan semakin kuat apabila didukung dengan objektivitas dan memberikan ruang bagi para pihak yang terkait pemberitaan tersebut (cover both sides).

Menurut Komaruddin hal di atas merupakan salah satu kekuatan dari jurnalisme profesional yang tidak dimiliki oleh media sosial.

Ia juga mengingatkan pelanggaran terhadap prinsip profesionalisme dan objektivitas kerap berujung pengaduan masyarakat ke Dewan Pers. Sebagian besar pengaduan tersebut berkaitan dengan sengketa pemberitaan yang dinilai merugikan pihak tertentu.

Baca Juga :  Kemenko PMK: Praktik Perkawinan Anak Masuk Kategori Kekerasan Seksual

“Ketika pers ini mengabaikan profesionalisme dan juga objektivitas, setiap hari yang masuk laporan pengaduan pada desk pengaduan Dewan Pers itu sehari setidaknya 10 pengaduan,” katanya.

Komaruddin pun mengajak seluruh pemangku kepentingan pers untuk bersama-sama menjaga integritas dan kualitas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.

“Oleh karena ini trust, integritas, profesionalisme, objektivitas, dan etika ini hendaknya kita jaga bersama,” tuturnya.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *