ISEI Kaltara Fokus Percepatan Ekonomi dan Penguatan SDM Lokal

benuanta.co.id, TARAKAN – Rapat Anggota Cabang Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Tarakan Koordinator Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) digelar di ruang meeting Hotel Royal Crown Tarakan, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan seminar perekonomian Kaltara yang menghadirkan sejumlah narasumber dari Bank Indonesia (BI) Kaltara, pengurus ISEI, serta akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Ketua ISEI Kaltara periode 2023–2026, Dr. Syaiful Anwar, SE, M.Si, menjelaskan rapat anggota cabang tersebut digelar sebagai agenda pemilihan ketua baru setelah dirinya menjabat selama dua periode. Ia menegaskan bahwa sebelum proses pemilihan dilakukan, kegiatan diawali dengan seminar ekonomi guna memberikan gambaran kondisi perekonomian daerah.

“Rapat anggota cabang ini memang dilaksanakan dalam rangka pemilihan ketua baru, tetapi kami awali dengan seminar perekonomian Kaltara yang menghadirkan beberapa narasumber,” ungkapnya, Sabtu (7/2/2026).

Dalam seminar tersebut, Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, ST, MA, Ph.D memaparkan kondisi pertumbuhan ekonomi daerah yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data triwulan III tahun 2025, tren pertumbuhan ekonomi Kaltara dinilai terus menunjukkan peningkatan. Dr. Syaiful menyampaikan, pertumbuhan tersebut didorong sejumlah sektor strategis seperti perkebunan sawit dan pertambangan batu bara.

“Berdasarkan data triwulan ketiga 2025, tren pertumbuhan ekonomi Kaltara semakin baik dan meningkat, terutama didorong regulasi sektor sawit dan fluktuasi harga batu bara dunia,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara 2025 Tumbuh 4,56 Persen, Sektor Produktif Perlu Penguatan

Selain itu, Dr. Syaiful yang juga menjadi narasumber kedua memaparkan perkembangan investasi di Indonesia hingga berdampak pada Kaltara. Ia menyoroti perjalanan kebijakan ekonomi sejak era Orde Lama, Orde Baru, hingga pemerintahan saat ini yang mendorong pertumbuhan investasi nasional. Ia menyebut Kaltara mencatat ratusan proyek investasi yang melibatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

“Di triwulan ketiga 2025, terdapat sekitar 967 proyek investasi di Kaltara, dengan dominasi PMDN dibanding PMA, meskipun PMA umumnya masuk dalam program strategis nasional,” paparnya.

Sementara itu, narasumber ketiga dari Fakultas Ekonomi UBT, Wakil Dekan I, Dr. Arianti, SE, M.Si menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi perkembangan industri di Kaltara. Menurutnya, masuknya industri besar seperti kawasan industri dan pabrik pengolahan membutuhkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing.

“Berdasarkan data, sekitar 3.000 anak lokal telah diberikan kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan, termasuk bidang digital serta penguasaan bahasa Mandarin dan Inggris,” katanya

Dalam rapat anggota cabang tersebut, juga dilaksanakan sidang pemilihan ketua ISEI Kaltara periode 2026–2029. Melalui proses musyawarah dan pemilihan, Nurjannatul Hasanah, SE, MM, terpilih sebagai ketua baru yang akan melanjutkan program organisasi ke depan. Dr. Syaiful berharap kepengurusan selanjutnya mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Mendag Sebut Belum Ada Rencana Naikkan HET Minyakita

“Elemen ISEI terdiri dari akademisi, pebisnis, dan pemerintah, sehingga kolaborasi ketiganya menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah,” tegasnya.

Dr. Syaiful juga menambahkan hasil seminar menghasilkan rekomendasi berupa dorongan penelitian dan kajian ekonomi yang melibatkan kampus dan ISEI sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia menilai potensi sumber daya alam Kaltara harus diimbangi pengembangan sektor ekonomi berkelanjutan.

“Sumber daya alam memiliki batas umur ekonomis, sehingga harus ada pembaruan sektor usaha agar ekonomi daerah tetap berkembang,” tukasnya.

Ketua ISEI Kaltara terpilih periode 2026-2029, Nurjannatul Hasanah, SE, MM, menyampaikan dirinya sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Bidang Hubungan Kerja Sama Antar Lembaga di ISEI. Ia menuturkan proses pemilihan berlangsung melalui musyawarah mufakat dan langsung menyiapkan pembentukan kepengurusan baru.

“Kami segera menyusun tim formatur untuk kepengurusan 2026–2029 beserta program kerja yang selaras dengan visi misi ISEI pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Berjuang Bentuk Koperasi, Ojol Tarakan Dibayangi Pesimisme

Nurjannatul menegaskan fokus utama kepengurusannya adalah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kaltara melalui penguatan SDM lokal. Ia menilai perkembangan industri di Kaltara harus diiringi kesiapan tenaga kerja daerah agar mampu bersaing dan mengurangi ketergantungan tenaga kerja dari luar daerah.

Concern kami adalah bagaimana akademisi dapat mencetak SDM yang bisa diterima industri sehingga tenaga kerja lokal menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global, termasuk ancaman perang dagang maupun konflik internasional. Menurutnya, ISEI memiliki peran strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan.

“Kami ingin ISEI bisa membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mengantisipasi dampak global melalui penguatan ketahanan pangan,” terangnya.

Nurjannatul berharap kepengurusan baru ISEI Kaltara dapat memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Ia menilai kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing daerah.

“Kami berharap kepengurusan baru dapat saling berkolaborasi dan bersinergi untuk membantu pemerintah meningkatkan perekonomian Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *