Gubernur Kaltara Dorong Penguatan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Zainal Arifin Paliwang, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir saat menyambut kunjungan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan pada Jumat (6/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan Kaltara merupakan provinsi yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove yang strategis. Ekosistem tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi kawasan pesisir dari abrasi, serta menjadi habitat berbagai flora dan fauna, termasuk spesies langka dan endemik.

“Ekosistem mangrove merupakan berkah yang harus dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan. Mangrove juga berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan hutan daratan,” ujarnya.

Ia menegaskan upaya menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove menjadi langkah prioritas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi karbon.

Baca Juga :  Polda Kaltara Gagalkan Penyelundupan 55 Bal Balpres di Pelabuhan Kayan VI

Dirinya juga menyoroti keunikan Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan yang berada di tengah kawasan perkotaan. Kawasan seluas sekitar 22 hektare ini memiliki fungsi vital sebagai penahan abrasi, penyedia oksigen, serta habitat keanekaragaman hayati.

Di kawasan tersebut terdapat sekitar 15 jenis mangrove dan menjadi habitat satwa endemik Kalimantan yang terancam punah, yaitu bekantan. Berdasarkan data terakhir, populasi bekantan di kawasan ini mencapai 41 individu yang terbagi dalam tiga kelompok.

“Ini menjadi bukti bahwa konservasi di tengah kota dapat berhasil jika dikelola dengan sungguh-sungguh dan serius,” ungkapnya.

Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga memberikan dampak ekonomi melalui pengembangan destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan, termasuk dari mancanegara. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Zainal berharap kegiatan kunjungan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi diikuti dengan komitmen nyata dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Produksi Beras Lokal Masih Rendah, DPKP Kaltara Kebut Target Swasembada 2027

Ia juga meminta dukungan Kementerian Kehutanan, khususnya dalam penganggaran, pengembangan infrastruktur, serta kepastian hukum untuk mewujudkan Kalimantan Utara sebagai pusat mangrove dunia. pihaknya optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN dapat menjadikan KKMB sebagai model pengelolaan konservasi yang mampu mengharmonisasikan fungsi ekologi, edukasi, dan ekonomi.

Selain itu, Gubernur Zainal menekankan pentingnya penanaman mangrove di kawasan tambak masyarakat. Selama tiga tahun terakhir, ia aktif mengajak para tamu dan mitra yang berkunjung ke Kaltara untuk ikut menanam mangrove.

Ia menjelaskan, tambak di Kaltara memiliki luasan yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain. Satu petak tambak bisa mencapai 10 hingga 30 hektare, bahkan lebih. Di tengah tambak biasanya masih terdapat area kosong yang berpotensi ditanami mangrove.

Baca Juga :  BPS Kaltara: Angka Kemiskinan Kaltara Turun Tipis pada September 2025

“Dengan penyediaan bibit yang cukup, tutupan mangrove akan semakin luas. Penanaman di tengah tambak juga diyakini dapat meningkatkan hasil panen, menambah populasi kepiting, serta memperbaiki kualitas ikan bandeng dan udang,” jelas

Oleh karena itu, Gubernur meminta dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan bibit mangrove yang akan disebar di seluruh kawasan tambak masyarakat. Ia juga mendorong pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat yang tergabung dalam komunitas mangrove.

Di akhir sambutannya, Zainal mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, komunitas pecinta alam, dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama menjaga hutan mangrove demi terwujudnya Kalimantan Utara yang maju, makmur, dan berkelanjutan.

“Sekali lagi saya mengajak seluruh elemen masyarakat generasi muda, komunitas pecinta alam, lembaga pendidikan untuk menjaga hutan mangrove dan mewujudkan Provinsi Kalimantan Utara yang maju makmur dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *