benuanta.co.id, NUNUKAN– Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Perindustrian, terus mendorong penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Fasilitasi Industri Kerajinan Anyaman Rotan dan Bambu yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Tulin Onsoi dan Lumbis, pada 4 hingga 7 Februari 2026.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP, Muhammad Nur mengatakan, pembinaan ini menyasar kelompok-kelompok perajin anyaman rotan dan bambu yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
“Industri kerajinan rotan dan bambu ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas, apabila mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah,” ungkap Muhammad.
Namun demikian, para perajin masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan alat produksi yang berdampak pada kualitas produk, minimnya inovasi desain, pemasaran yang masih bersifat konvensional, hingga rendahnya minat generasi muda karena profesi pengrajin dianggap kurang menjanjikan.
“Ada beberapa kelompok yang kita kunjungi yakni Baatug Tinampak I Kecamatan Tulin Onsoi, Baatug Intan Sukses Kecamatan Lumbis, Baatug Lumbis Sejahtera, serta Baatug Lasuon Tonodon Kecamatan Lumbis,” jelasnya.
Melalui pembinaan ini, DKUKMPP berharap dapat mendorong pertumbuhan UMKM berbasis kearifan lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta menumbuhkan minat generasi muda untuk menjadi penerus perajin anyaman rotan dan bambu yang lebih modern dan berdaya saing. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







