benuanta.co.id, NUNUKAN – Kenaikan tarif E-Pass di Pelabuhan Nunukan memicu perbincangan di kalangan sopir truk dan pelaku usaha logistic di Kabupaten Nunukan.
General Manager PT Pelindo Nunukan, Anugerah Amaliah membeberkan sejumlah alasan di balik penyesuaian tarif yang dinilai perlu, seiring pembenahan layanan dan sistem operasional pelabuhan.
Anugerah menepis anggapan bahwa Pelindo mengabaikan fasilitas bagi para sopir. Menurutnya, perusahaan justru terus melakukan pembaruan layanan, terutama melalui penerapan standar digital di seluruh lini operasional pelabuhan.
“Saat ini kita mengoperasikan aplikasi PTOS-M/PK (Pelindo Terminal Operation System–Multipurpose/Petikemas), sebuah sistem digital terintegrasi yang mengatur kegiatan terminal peti kemas maupun nonpeti kemas,” ungkap Anugerah.
Sistem ini bekerja sejak tahap permohonan, perencanaan, proses bongkar muat, hingga pelaporan yang dapat dipantau secara langsung. “Dengan sistem ini, semua proses tercatat secara digital dan bisa dipantau kapan saja. Ini membuat pengelolaan terminal lebih transparan dan tertib,” ungkapnya.
Selain digitalisasi, Pelindo membangun ruang spot control CCTV yang berfungsi sebagai pusat pemantauan. Dari ruangan tersebut, tim keamanan memantau kondisi pelabuhan, mengawasi aset, serta aktivitas pekerja melalui tayangan kamera secara langsung dari berbagai titik pelabuhan.
Pelindo juga menghadirkan auto gate system atau pintu otomatis di area pelabuhan. Fasilitas pintu otomatis ini mempercepat arus keluar masuk penumpang maupun kendaraan, sekaligus meningkatkan sistem pengamanan.
“Kita juga membuat auto gate system agar arus di pelabuhan lebih lancar dan aman,” ucapnya.
Untuk mendukung ketertiban lalu lintas, Pelindo menyiapkan buffer area yang dimanfaatkan sebagai kantong parkir truk, area ini membantu pemerintah daerah Nunukan menata kendaraan angkutan agar tidak berhenti sembarangan di bahu jalan sekitar pelabuhan.
Meski begitu, ia mengakui masih terdapat kekurangan, khususnya di area depo pembongkaran. Kondisi fasilitas bagi sopir truk dinilai belum layak dan kebersihannya perlu pembenahan.
Saat ini, pihaknya juga tengah mengerjakan perbaikan pengerasan jalan di area pelabuhan yang mulai dilaksanakan sejak Oktober 2025, ia menjelaskan, desain awal belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi topografi. Saat musim hujan, air dari jalan kota mengalir deras ke area pelabuhan karena perbedaan tinggi sekitar 3,5 meter.
“Kami harus bermohon lagi ke pusat. Sekarang masih tahap control design dan penghamparan LPA. Material tidak pakai lokal karena tidak cocok untuk area peti kemas, material kami datangkan dari Palu dan target rampung sekitar April atau Mei 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai badan usaha milik negara, Pelindo tetap harus menjaga kinerja keuangan agar mampu berinvestasi dan memberikan layanan berkelanjutan. Dari pertimbangan tersebut, Pelindo bersama JPT dan ALFI menyepakati penyesuaian tarif E-Pass.
“Akhirnya kami melempar rencana penyesuaian tarif Rp2,5 juta. Itu kesepakatan JPT bersama ALFI. Kenapa jadi ramai, mungkin JPT kurang menyampaikan ke bawah,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







