benuanta.co.id, NUNUKAN – Harapan masyarakat Krayan Barat untuk menikmati akses jalan aspal permanen di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia kini mulai terwujud.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum secara resmi memulai Proyek Strategis Nasional Preservasi Jalan Ruas Lembudud–Long Layu, yang ditandai dengan sosialisasi kepada masyarakat di Balai Adat Krayan Barat, pada Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan informasi di papan proyek, kegiatan preservasi jalan ini didanai melalui APBN Murni Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 47.397.813.259,00. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Baratan sebagai kontraktor pelaksana. Pengerjaan jalan ini difokuskan pada ruas strategis Lembudud hingga Long Layu dengan panjang sekitar 3,8 kilometer.
Meski belum mencakup seluruh wilayah Kecamatan Krayan Barat, pembangunan ini dinilai sebagai langkah awal yang sangat penting dalam meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur di kawasan perbatasan.
Perwakilan PT Baratan, Laode Rajab, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik di lapangan telah berjalan efektif sejak awal februari 2026. Ia menyampaikan optimismenya bahwa jalan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Insya Allah, pada bulan September tahun ini jalan sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Krayan Barat, khususnya warga Lembudud,” ujar Laode Rajab.
Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap tahapan pekerjaan.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Pelaksana Tugas Camat Krayan Barat, Jemri. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, terutama dalam mendukung mobilisasi alat berat di lapangan.
“Pembangunan ini adalah peluang besar bagi Krayan Barat, mari kita dukung bersama dan kita awasi agar kegiatan ini berjalan sesuai perencanaan serta selesai tepat waktu,” tegas Jemri.
Sementara itu, Kepala Adat Besar Krayan Barat, Barru Ating, menegaskan bahwa lembaga adat siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Ia juga menyampaikan aspirasi masyarakat adat terkait infrastruktur jalan. “Kami berharap pada titik-titik tertentu, khususnya yang mencakup fasilitas umum, drainase atau parit jalan dapat dibangun secara permanen dengan sistem cor, sehingga jalan aspal lebih tahan terhadap kerusakan akibat air hujan,” ungkap Barru Ating.
Pemerintah daerah berharap pembangunan Preservasi Jalan Ruas Lembudud–Long Layu ini dapat memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat, melancarkan distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Proyek ini ditargetkan selesai pada September 2026 dan menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membangun dari pinggiran. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







