Tambah 2 Unit X-Ray, Pelindo Perkuat Deteksi Barang Terlarang di Pelabuhan Malundung

benuanta.co.id, TARAKAN – Peningkatan arus penumpang di Pelabuhan Malundung Tarakan menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), terutama terkait potensi masuknya barang terlarang melalui jalur laut. Dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Kaltara, pengawasan terhadap peredaran narkoba dinilai harus diperketat seiring meningkatnya mobilitas penumpang setiap tahun.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menilai posisi strategis Tarakan sebagai pintu gerbang mobilitas penumpang membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan terhadap penyelundupan narkoba. Ia menyebut tingginya aktivitas pelayaran dari berbagai daerah, termasuk jalur internasional, menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.

“Tarakan ini sangat padat mobilitas penumpangnya, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga rawan menjadi jalur masuk barang-barang ilegal seperti narkoba,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).

Jufri menegaskan apabila pengawasan di pelabuhan tidak diperkuat, maka peredaran narkoba berpotensi meluas ke wilayah lain di Kalimantan Utara. Ia menilai peran Tarakan sebagai titik transit distribusi barang dan penumpang membuat sistem keamanan di pelabuhan harus benar-benar optimal.

Baca Juga :  Ingin Masyarakat Fokus Ibadah, Satlantas Tarakan Siapkan Pengamanan Lalu Lintas di Bulan Ramadan

“Kalau barang terlarang sudah berhasil masuk melalui Tarakan, maka penyebarannya bisa menjangkau wilayah lain di Kalimantan Utara,” tegasnya.

Ia juga menyoroti informasi terkait perangkat keamanan pelabuhan, khususnya mesin X-Ray yang sempat dilaporkan mengalami gangguan fungsi. DPRD Kaltara mendorong agar peralatan tersebut selalu dalam kondisi optimal demi menjaga keamanan kawasan pelabuhan.

“Kami mendengar sempat ada keluhan X-Ray tidak berfungsi, sehingga kami menyarankan dilakukan perbaikan agar pengawasan tetap maksimal,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 4 Tarakan, Amrullah, mengakui potensi kerawanan memang meningkat seiring bertambahnya jumlah penumpang setiap tahun. Ia memaparkan data arus penumpang di Terminal Malundung yang menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.

“Jika melihat data, jumlah penumpang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga pengawasan juga harus semakin diperkuat,” jelasnya.

Berdasarkan data tersebut, jumlah penumpang pada 2021 tercatat sekitar 94.409 orang, lalu meningkat menjadi 185.329 orang pada 2022. Kenaikan berlanjut pada 2023 dengan jumlah 204.501 penumpang, kemudian 218.083 penumpang pada 2024, hingga mencapai 237.811 penumpang pada 2025. “Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan mobilitas penumpang yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” paparnya.

Baca Juga :  Ingin Hidupkan Wilayah Timur Tarakan, PUPR Prioritaskan Pembangunan Jembatan Pasar Rakyat

Amrullah menambahkan tingginya mobilitas pelayaran menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan pelabuhan Tarakan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Ia menjelaskan dalam satu hari terdapat dua jadwal pelayaran reguler, ditambah arus penumpang dari jalur Nunukan yang turut meningkatkan mobilitas masyarakat lintas wilayah.

“Memang untuk daerah Tarakan ini rawan karena setiap hari ada dua kali pelayaran ke luar negeri (Tawau, Malaysia), belum lagi pelayaran dari Nunukan yang sebagian besar juga membawa penumpang dari luar negeri menuju Tarakan,” ujarnya.

Sebagai langkah peningkatan pengawasan, pihak Pelindo telah menambah dua unit mesin X-Ray pada Desember 2025. Penambahan fasilitas tersebut dilakukan untuk memperkuat pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang yang keluar masuk terminal pelabuhan. “Pada Desember 2025 kami telah menambah dua unit X-Ray guna memperketat pengawasan terhadap barang bawaan penumpang. Jadi saat ini kita ada tiga (x-ray),” terangnya.

Baca Juga :  Pastikan Pengemudi Layak Berkendara, Satlantas Gelar Ramcek di Pelabuhan dan Bandara Tarakan

Ia memastikan seluruh perangkat X-Ray yang tersedia saat ini sudah berfungsi dengan baik dan siap digunakan untuk mendukung pengamanan pelabuhan. Keluhan terkait gangguan alat sebelumnya disebut telah ditindaklanjuti sehingga tidak lagi menjadi kendala operasional. “Keluhan mengenai X-Ray yang tidak berfungsi sudah kami tindak lanjuti dan saat ini seluruh perangkat sudah beroperasi normal,” bebernya.

Selain peningkatan fasilitas keamanan, Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memaksimalkan pengawasan di kawasan pelabuhan. Sinergi tersebut dilakukan guna mencegah potensi penyelundupan narkoba maupun barang terlarang lainnya melalui jalur laut. “Kami juga bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan di pelabuhan,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *