Kaltara Prioritaskan Infrastruktur di Tengah Minim Proyek Besar

benuanta.co.id, BULUNGAN – Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tidak menggenjot pembangunan berskala besar. Meski begitu, arah kebijakan pembangunan daerah tetap diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, terutama untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara mencatat, alokasi anggaran daerah masih didominasi sektor infrastruktur. Dominasi tersebut dinilai wajar mengingat Kaltara merupakan provinsi yang masih berada dalam fase pertumbuhan.

Kepala Bappeda Litbang Kaltara, mengatakan anggaran infrastruktur tidak dapat dihindari karena menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Infrastruktur yang dimaksud tidak hanya pembangunan jalan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan umum.

Baca Juga :  Tekanan Fiskal, Kaltara Ubah Strategi Pembangunan

“Dari persentase alokasi anggaran, memang lebih banyak didominasi infrastruktur. Kita ini masih provinsi berkembang, sehingga infrastruktur menjadi prioritas,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, fokus pembangunan infrastruktur berdampak langsung terhadap struktur perekonomian daerah. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor konstruksi menjadi salah satu sektor yang paling bergerak dan memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara.

“Kalau dilihat dari struktur PDRB, sektor yang selalu bergerak itu konstruksi. Ini karena pembangunan infrastruktur terus berjalan, termasuk pembangunan perkantoran dan fasilitas pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dorong Percepatan Program Tahun Anggaran 2026

Menurut Bertius, pembangunan kawasan perkantoran di sejumlah wilayah menjadi salah satu aktivitas yang mendorong pertumbuhan sektor konstruksi. Aktivitas tersebut tidak hanya memacu ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Meski pembangunan besar-besaran belum dilakukan, Bertius tetap optimistis target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara dapat tercapai pada 2029. Optimisme tersebut, menurut dia, perlu didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi daerah.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Buka Seleksi Guru dan Kepala Sekolah Unggul Garuda

“Kita harus optimistis. Di sini peran media penting untuk memberikan gambaran yang objektif dan positif terkait kondisi daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kaltara memiliki modal penting untuk menarik investasi, yakni stabilitas dan kondusivitas wilayah. Di tengah efisiensi anggaran, kondisi keamanan dan sosial masyarakat dinilai relatif terjaga.

“Secara umum tidak ada gejolak besar, tidak ada demonstrasi. Kondisi daerah cukup aman. Ini menjadi jaminan bagi investor bahwa Kaltara layak untuk berinvestasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *