DPRD Kaltara Tinjau Kesiapan Pelabuhan Malundung Jelang Arus Mudik 2026

benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan kunjungan kerja ke PT Pelindo (Persero) Regional 4 Tarakan guna memastikan kesiapan pelayanan transportasi laut di Pelabuhan Malundung menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026. Peninjauan ini melibatkan sejumlah instansi terkait untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menjelaskan kedatangan pihaknya bertujuan untuk memantau langsung kesiapan pelayanan pelabuhan yang akan menjadi salah satu pintu mobilitas masyarakat selama musim mudik. Ia menilai kunjungan ini penting agar pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Tujuan kami datang hari ini untuk memastikan seluruh kesiapan pelayanan di Pelabuhan Malundung benar-benar siap menghadapi lonjakan penumpang menjelang Ramadan dan Lebaran,” ungkapnya, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, Jufri menilai secara umum kesiapan para stakeholder sudah cukup baik, mulai dari pengelola pelabuhan, otoritas pelayaran, hingga unsur keamanan dan keselamatan. Ia menyebut koordinasi lintas instansi terlihat berjalan dan menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

“Dari hasil pemantauan kami, berbagai stakeholder sudah menunjukkan kesiapan yang cukup baik, terutama dari sisi fasilitas, pengamanan, dan pelayanan penumpang,” jelasnya.

Namun, pihak DPRD Kaltara juga memberikan sejumlah masukan, khususnya terkait pengamanan di area pelabuhan yang diprediksi akan semakin padat menjelang Lebaran. Jufri menilai pengawasan harus diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran barang terlarang.

Baca Juga :  Pastikan Pengemudi Layak Berkendara, Satlantas Gelar Ramcek di Pelabuhan dan Bandara Tarakan

“Kami meminta pengamanan di pelabuhan terus diperketat karena lonjakan penumpang akan terus meningkat, termasuk mengantisipasi laporan adanya upaya penyelundupan maupun peredaran narkoba yang masuk melalui jalur laut,” tegasnya.

Selain persoalan keamanan, DPRD Kaltara juga menyoroti keluhan masyarakat terkait kenyamanan fasilitas terminal, terutama kondisi ruangan yang masih terasa panas. Jufri meminta pengelola pelabuhan memperhatikan penambahan dan optimalisasi pendingin ruangan serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kami juga menerima keluhan masyarakat terkait kondisi ruangan yang masih panas dan fasilitas yang perlu ditingkatkan, sehingga hal ini harus menjadi perhatian agar kenyamanan penumpang tetap terjaga,” bebernya.

Meski demikian, Jufri tetap mengimbau seluruh pihak untuk tidak lengah mengingat potensi lonjakan penumpang yang biasanya meningkat signifikan saat momentum mudik. Ia meminta seluruh instansi terus meningkatkan pengawasan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh stakeholder tetap meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan agar keselamatan serta kenyamanan masyarakat benar-benar terjamin,” tukasnya.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 4 Tarakan, Amrullah, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana di Terminal Penumpang Malundung. Terminal tersebut memiliki luas bangunan sekitar 1.412 meter persegi dengan kapasitas penumpang sekitar 650 orang serta area parkir seluas 5.100 meter persegi yang mampu menampung sekitar 120 mobil dan 320 sepeda motor.

“Kami telah menyiapkan fasilitas terminal yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran,” paparnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Catat 86.487 Layanan Adminduk Sepanjang 2025

Amrullah menjelaskan fasilitas umum di terminal meliputi ruang pelayanan medis, ruang informasi, tempat ibadah, ruang menyusui, serta area bermain anak. Selain itu, tersedia 11 unit toilet dan 750 kursi tunggu untuk menunjang kenyamanan penumpang. “Kami memastikan fasilitas dasar yang dibutuhkan penumpang seperti layanan kesehatan, ruang ibadah, serta fasilitas ramah keluarga tersedia dengan baik,” katanya.

Dari sisi keamanan, Pelindo juga menyediakan 16 unit CCTV, dua unit mesin X-Ray, serta 10 rambu dan petunjuk pelayanan untuk mendukung pengawasan di area terminal. Selain itu, tersedia 16 unit pendingin ruangan, 14 kipas angin, dua kursi roda, serta tiga unit shuttle car guna mempermudah mobilitas penumpang. “Seluruh fasilitas keamanan dan kenyamanan telah kami siapkan agar pelayanan kepada penumpang dapat berjalan optimal,” lanjutnya.

Pelindo juga menyiapkan sarana penanganan keadaan darurat berupa satu unit mobil pemadam kebakaran serta empat tabung pemadam. Selain itu, terdapat posko terpadu dan transit lounge untuk mendukung kebutuhan penumpang selama berada di terminal. “Kami juga menyiapkan fasilitas pendukung keselamatan seperti mobil pemadam, posko terpadu, dan ruang transit bagi penumpang,” terangnya.

Di lain sisi, Kepala Kantor KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik, mengatakan pihaknya telah melakukan ramp check terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran guna memastikan kelayakan operasional. Pemeriksaan dilakukan meliputi aspek teknis kapal hingga standar keselamatan penumpang.

Baca Juga :  Simbol Doa dan Harapan Keluarga, Lilin Raksasa Mulai Hiasi Kelenteng Tarakan Jelang Imlek

“Kami sudah melakukan ramp check terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi laik laut,” ujarnya.

Stanislaus menambahkan, pada periode angkutan Lebaran tahun ini akan dioperasikan empat armada kapal dengan kapasitas masing-masing sekitar 2.500 kursi penumpang. Kapasitas tersebut dinilai mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik.

“Terdapat empat armada yang akan dioperasikan dengan kapasitas masing-masing sekitar 2.500 kursi penumpang untuk mendukung kelancaran arus mudik,” bebernya.

Selain itu, KSOP Tarakan juga akan membuka posko terpadu yang melibatkan berbagai stakeholder seperti kepolisian, Basarnas, serta instansi terkait lainnya guna memperkuat pengawasan dan koordinasi pelayanan. Posko ini diharapkan mampu mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat selama arus mudik.

“Kami akan membuka posko terpadu bersama stakeholder terkait agar pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan sebelum pembukaan posko terpadu nantinya, KSOP bersama seluruh stakeholder akan menggelar rapat koordinasi guna mematangkan kesiapan operasional angkutan Lebaran. Dalam rapat tersebut, berbagai masukan yang diperoleh saat kunjungan kerja DPRD akan turut dibahas dan ditindaklanjuti.

“Sebelum pembukaan posko, kami akan menggelar rapat bersama seluruh stakeholder, termasuk menyampaikan berbagai masukan yang muncul dalam kunjungan kerja ini agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *