benuanta.co.id, NUNUKAN – Kebakaran menimpa parkiran motor di kawasan pesisir Jalan Dawing RT 07 Desa Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan, pada Selasa (3/2/2026) sore.
Hal tersebut mengakibatkan, sebuah kendaraan roda dua hangus dan tiga drum BBM jenis bensin milik Saprul ludes terbakar.
Diduga pemicu kebakaran disebabkan oleh korsleting mesin pompa. Saat Icang (21) memindahkan BBM dari drum ke gelen tiba-tiba terjadi korslet dan muncul percikan api yang langsung menyambar ke BBM.
Terlihat kobaran api sangat cepat membesar disertai dengan asap berwarna hitam pekat membumbung tinggi.
Danton damkar Sektor Sebatik Barat, Basir, melaporkan informasi kebakaran diterima sekitar pukul 18.00 WITA.
“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung menurunkan personel dan mobil pemadam kebakaran ke lokasi,” kata Basir.
Menurut Basir, ketua RT 05 Liang Bunyu Imran bersama warga sekitar sempat melakukan pemadaman dengan menggunakan apar.
“Kami memastikan, jangan sampai api menjalar ke tempat lain,” tutup Basir.
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada mesin pompa saat proses pemindahan bahan bakar minyak (BBM).
Api sempat membesar, namun berhasil dikendalikan dengan cepat berkat kesigapan warga setempat serta petugas Pemadam Kebakaran Sektor Sebatik Barat.
Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Sebatik Barat, Hj. Nurasaida menjelaskan bahwa dampak kebakaran hanya terbatas pada area parkiran kendaraan roda dua dan tidak menjalar ke rumah penduduk.
“Ini berkat respons cepat masyarakat dan petugas pemadam kebakaran, yang bersinergi dalam situasi darurat,” kata Nurasaida pada Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kecamatan Sebatik Barat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada dalam menangani bahan-bahan yang mudah terbakar, khususnya BBM, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
“Kami mengajak seluruh warga untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti prosedur yang aman, terutama saat beraktivitas dengan bahan berisiko tinggi,” tegasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







