benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Kementerian ESDM terus mempercepat pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil. Salah satu langkah yang dilakukan adalah survei langsung ke desa-desa yang belum terjangkau layanan PLN.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Hutabarat, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 10 desa di Kabupaten Nunukan dan Malinau telah disurvei oleh tim gabungan pusat dan daerah.
Yosua menyebutkan, hingga saat ini desa-desa tersebut belum pernah menikmati layanan listrik karena terkendala kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Wilayahnya sulit dijangkau, sebagian besar masih terisolasi. Penarikan jaringan dari pusat kelistrikan tidak memungkinkan,” kata Yosua, Rabu (4/2/2026).
Adapun desa yang menjadi sasaran survei antara lain Desa Panas, Lumbis Pansiangan, Plaju, Desa Tepian, Pa’ Padi di Krayan, Tang Paye di Krayan Tengah, Long Leju di Pujungan, Long Simau, Long Berang di Mentarang, serta Desa Long Lake di Kabupaten Malinau.
Menurut Yosua, solusi yang disiapkan pemerintah adalah membangun pembangkit listrik mandiri di masing-masing desa agar pelayanan tetap dapat berjalan meski bersifat terisolasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan desa belum berlistrik masih cukup besar di Kalimantan Utara. Saat ini, tercatat sekitar 123 desa belum mendapatkan akses listrik.
Untuk itu, pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, DPR RI, serta PLN guna mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, termasuk melalui dukungan anggaran.
“Desa yang sudah disurvei ini menjadi prioritas. Kita harapkan tahun ini sudah bisa menikmati listrik,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Kaltara juga aktif melakukan koordinasi dengan Komisi XII DPR RI dan kementerian terkait dalam mendorong percepatan elektrifikasi desa.
Sinergi antarinstansi diharapkan mampu menghadirkan pemerataan pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







