benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tengah mempersiapkan pembangunan pusat pemerintahan yang rencananya akan terpusat di bagian utara Kota Tarakan.
Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berfokus pada pembangunan akses jalan raya untuk mempermudah mobilitas pembangunan di wilayah tersebut.
Kepala DPUPR Tarakan, Fandariansya, menjelaskan pembangunan kawasan pusat pemerintahan akan diawali dengan pengerjaan akses jalan menuju lokasi. Setelah akses selesai, pembangunan akan dilanjutkan dengan empat gedung utama, yakni gedung Kantor Wali Kota, gedung serbaguna, serta dua gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diberi nama Gedung A dan Gedung B.
“Kalau akses panjang jalannya itu dari depan mau dua kilometer, ke dalam itu ada Sekolah Rakyat.,” ungkapnya, Senin (2/2/2026).
Ia membeberkan luas lahan keseluruhan mencapai sekitar 136 hektare. Sementara itu, area khusus untuk pusat pemerintahan diperkirakan seluas 40 hingga 50 hektare.
Bangunan utama, Gedung Wali Kota dan gedung-gedung OPD direncanakan memiliki dua lantai. Sedangkan gedung pertemuan hanya satu lantai. Pada tahap awal, anggaran yang disiapkan tahun ini sekitar Rp20 miliar, yang difokuskan pada pembangunan Gedung Wali Kota sebagai prioritas utama. Pembangunan gedung lain akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Gedung A dan B nantinya akan digunakan untuk menampung beberapa OPD. Dalam tahap awal, OPD yang direncanakan menempati kawasan tersebut antara lain BKD, Inspektorat, BKPSDM, dan BPKD. Ke depan, seluruh OPD direncanakan akan terpusat di lokasi tersebut. Namun, layanan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tetap berada di pusat kota, termasuk Mal Pelayanan Publik (MPP) dan kantor kecamatan.
“Kalau jauh sih saya kira nggak juga (jarak pelayan dinas-dinas dengan masyarakat di pusat kota). Kan kantor camat dan segala macamnya kan tetap (berada diwilayah pusat Kota),” ujarnya.
Pihaknya mengatakan, pembangunan kawasan pusat pemerintahan direncanakan dilakukan secara bertahap dengan sistem multi-years. Tahap pertama meliputi pembangunan Kantor Wali Kota, gedung serbaguna, serta dua gedung OPD. Seluruh bangunan dirancang dua lantai, kecuali gedung pertemuan.
Kendati anggaran masih terbatas, Fandariansya optimistis pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap. Menurutnya, jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan anggaran memang cukup besar, namun dengan perencanaan yang matang, proyek ini diyakini dapat berjalan dan selesai sesuai target.
“Insyallah bisa kita selesaikan. Makanya bertahap,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







