benuanta.co.id, BULUNGAN — Keterlibatan perempuan dalam keanggotaan koperasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah.
Data yang dihimpun melalui Online Data System (ODS) dan Sistem Informasi Data Terpadu (SIDT) Kementerian Koperasi dan UKM memperlihatkan sebaran anggota koperasi perempuan belum merata di seluruh kabupaten/kota.
Kabupaten Malinau tercatat sebagai daerah dengan jumlah anggota koperasi perempuan terbanyak, yakni mencapai 6.347 orang. Jumlah tersebut terpaut jauh dibandingkan Kabupaten Bulungan yang hanya mencatat 597 orang.
Adapun Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan masing-masing mencatat 15 dan 8 anggota koperasi perempuan. Sementara Kabupaten Tana Tidung belum tercatat memiliki anggota koperasi perempuan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMK Kaltara Hasriyani, mengatakan kondisi tersebut mencerminkan perbedaan tingkat literasi koperasi dan akses ekonomi di tiap daerah.
“Wilayah dengan aktivitas koperasi yang aktif dan pendampingan berkelanjutan cenderung memiliki partisipasi perempuan yang lebih tinggi,” kata Hasriyani, Ahad (1/2/2026).
Sebaran anggota koperasi laki-laki juga menunjukkan dominasi Malinau dengan jumlah 5.956 orang. Kabupaten Bulungan menyusul dengan 987 orang, disusul Kota Tarakan 513 orang, Kabupaten Nunukan 150 orang, dan Kabupaten Tana Tidung 87 orang.
Jika ditinjau dari skala usaha, pada kategori usaha kecil, keterlibatan anggota koperasi perempuan paling banyak terdapat di Kabupaten Nunukan sebanyak 53 unit. Kabupaten Malinau mencatat 21 unit, Kabupaten Bulungan 18 unit, Kota Tarakan 16 unit, dan Kabupaten Tana Tidung 7 unit.
Sementara itu, usaha kecil yang dikelola anggota koperasi laki-laki didominasi Kabupaten Nunukan dengan 97 unit, disusul Malinau 61 unit dan Bulungan 26 unit.
Pada skala usaha menengah, kontribusi perempuan masih terbatas. Kabupaten Nunukan mencatat 9 unit usaha menengah yang dikelola anggota koperasi perempuan. Kabupaten Malinau memiliki 2 unit, sedangkan Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung masing-masing 1 unit. Kota Tarakan belum mencatat adanya usaha menengah yang dikelola anggota koperasi perempuan.
Hasriyani menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah.
“Kami terus mendorong penguatan koperasi perempuan melalui pelatihan manajemen usaha, akses pembiayaan, dan pendampingan agar bisa naik kelas,” ujarnya.
Menurut dia, penguatan peran perempuan dalam koperasi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Koperasi seharusnya menjadi ruang bersama yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk tumbuh,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







