Lewat Kerja Sama IPB, Bulungan Siapkan Kawasan Pertanian Terpadu

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Kabupaten Bulungan memilih jalur kolaborasi akademik untuk mempercepat pembangunan sektor primer. Melalui kerja sama dengan Tani Nelayan Center Institut Pertanian Bogor (IPB), pemerintah daerah mendorong pengembangan kawasan terintegrasi berbasis pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara Pemkab Bulungan dan Rektor IPB. Bupati Bulungan Syarwani menyebut kesepakatan tersebut menjadi fondasi penguatan pembangunan kawasan cepat tumbuh yang berkelanjutan.

“Kita punya program kerja sama dengan Tani Nelayan Center IPB yang sudah dipayungi MoU antara Pemkab Bulungan dan Rektor IPB,” kata Syarwani, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Kios di Tugu Lemlai Suri, Diduga Akibat Percikan Api yang Menyambar Bensin

Menurut dia, MoU tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembangunan kawasan terintegrasi yang difokuskan pada sektor primer. Kawasan ini dirancang sebagai motor percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Sebagai tahap awal, Pemkab Bulungan menetapkan Desa Long Buang, Kecamatan Peso, sebagai proyek percontohan. Di wilayah ini, konsep pertanian, perkebunan, dan perikanan akan dikembangkan dalam satu ekosistem terpadu.

Baca Juga :  Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bulungan Resmi Jadi Tersangka

“Pilot project awal kita tetapkan di Desa Long Buang,” ujar Syarwani.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran. Model pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di pedesaan.

Program pembelajaran lapangan akan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Agustus. Kegiatan ini melibatkan IPB, Pemkab Bulungan, serta Universitas Kaltara (Unikaltar).

Baca Juga :  Waspadai Konsumsi Gula Berlebih pada Anak, Dokter Anak Ingatkan para Orang Tua

“Setiap desa di Kecamatan Peso akan mengutus minimal tiga pemuda untuk mengikuti program ini,” kata Syarwani.

Ia menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan program. Pemerintah daerah menargetkan lahirnya petani dan pelaku usaha sektor primer dari kalangan muda.

“Melalui program ini, kita ingin mendorong tumbuhnya petani milenial di Bulungan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *