Di samping itu, lebih dari 500 layanan kereta api, termasuk layanan ke Bandara New Chitose dan jalur penghubung antara Sapporo dengan Asahikawa dan Hakodate, dibatalkan di hari yang sama saat tumpukan salju harus dibersihkan dari jalur kereta.
Pembatalan layanan kereta tersebut berdampak pada 130.000 orang, kata penyedia layanan JR Hokkaido. Layanan kereta di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya pulih hingga Senin.
Otoritas Hokkaido menyampaikan bahwa salju yang turun di kota Sapporo mencapai 54 centimeter dalam 24 jam hingga Minggu pukul 7 malam waktu setempat. Catatan ini merupakan yang tertinggi sepanjang Januari.
Di Sapporo pula, sebuah jalur bawah tanah di dekat Stasiun Sapporo dibuka semalaman dan menjadi tempat mengungsi bagi masyarakat yang kesulitan pulang ke rumahnya. Hingga Senin pukul 05:30 pagi, ada 340 orang yang berlindung di tempat tersebut.
Sementara itu, delapan orang dilaporkan hilang pada Minggu, tetapi berhasil ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 09:40 saat menuruni sebuah gunung di Hirakawa, Prefektur Aomori, dengan kendaraan salju mereka.
Tidak ada laporan cedera ataupun kondisi tubuh yang menurun di antara mereka.
Menurut kepolisian setempat, delapan orang yang diketahui merupakan peminat kendaraan salju dari wilayah timur laut tersebut, meninggalkan rumah mereka pada Minggu pagi.
Satu dari delapan orang tersebut berhasil menghubungi keluarga mereka, dan memberitahukan posisi mereka di sebuah peternakan, sebelum komunikasi terputus sementara.
Sumber: Kyodo / Antara







