Ratusan Pembudidaya Rumput Laut Tarakan Bergantung pada Kepastian Harga

benuanta.co.id, TARAKAN – Sektor rumput laut masih menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir di Kota Tarakan. Tercatat, terdapat ratusan pembudidaya yang menggantungkan penghidupan dari komoditas tersebut di tengah fluktuasi harga yang masih terjadi.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kota Tarakan, Husna Ersant Dirgantara, mengatakan jumlah pembudidaya rumput laut saat ini mencapai 433 pemilik bentangan dengan 856 orang pekerja.

Baca Juga :  Pengguna QRIS di Kaltara Tembus 131 Ribu, Transaksi Tumbuh Signifikan

“Sebagian besar yang terdata itu pemilik bentangan. Pekerja di lapangan sering kali belum terdata secara menyeluruh,” ujarnya.

Pada 2025, produksi rumput laut basah di Tarakan tercatat sebesar 214.086.166 kilogram atau sekitar 214.086 ton. Sementara produksi rumput laut kering mencapai 22.180.734 kilogram atau sekitar 22.180 ton.

Besarnya volume produksi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan stabilitas harga di tingkat pembudidaya. Banyak pembudidaya yang masih memilih menjual hasil panen meski kualitas belum maksimal karena kebutuhan perputaran uang yang cepat.

Baca Juga :  Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp260 Ribu ke Angka Rp2,86 Juta/Gram

“Kadang mereka jual dalam kondisi masih lembab karena butuh dana cepat. Ini yang mempengaruhi harga,” katanya.

Saat ini terdapat 38 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang aktif mengelola budidaya rumput laut di kawasan Pantai Amal dengan luasan mencapai 13.131 hektare.

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana berupa lantai penjemuran, tali, pelampung, serta bibit untuk mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas pembudidaya. (*)

Baca Juga :  Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang: SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *