benuanta.co.id, BULUNGAN — Produksi beras di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2025 belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Dari kebutuhan sekitar 16 ribu ton per tahun, produksi lokal baru mencapai sekitar 12 ribu ton. Kekurangan sekitar 4 ribu ton masih harus dipasok dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan Kristiyanto mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menutup defisit tersebut melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).
“Pada periode 2024–2025, LTT padi meningkat cukup signifikan,” jelasnya, Sabtu (24/1/2026).
Ia menyebutkan, luas tambah tanam padi naik sekitar 83 persen, dari sebelumnya 2.100 hektare menjadi sekitar 3.900 hektare. Peningkatan ini menjadi dasar optimisme pemerintah daerah untuk mengejar swasembada beras pada 2026.
Selain LTT, Dinas Pertanian juga mencatat penambahan lahan sawah baru. Sepanjang 2025, pemerintah mencetak sekitar 800 hektare sawah yang telah difungsikan untuk produksi padi. Dengan rata-rata produktivitas gabah sekitar 4 ton per hektare, lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 1.800 ton beras dalam satu kali musim tanam.
Pada 2026, pemerintah daerah kembali mengusulkan pencetakan sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare kepada Kementerian Pertanian. Usulan ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah peningkatan produksi pangan daerah.
Menurut Kristiyanto, dengan tambahan luas tanam dan penerapan pola tanam dua kali setahun, produksi beras Bulungan pada 2026 diproyeksikan melampaui kebutuhan daerah. “Kalau skema ini berjalan, produksi beras bisa lebih dari 16 ribu ton,” ujarnya.
Ia menegaskan, proyeksi tersebut disusun berdasarkan perhitungan produksi riil di lapangan, bukan sekadar target administratif. “Ini hitungan dari luas tanam dan produktivitas. Kalau semua sesuai rencana, harusnya sudah mencukupi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







