benuanta.co.id, TARAKAN – Minat masyarakat Kota Tarakan terhadap pendidikan madrasah terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2025, jumlah madrasah di bawah binaan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan tercatat mengalami peningkatan signifikan.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan, menyebutkan total Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) kini mencapai 45 lembaga. Jumlah tersebut bertambah enam madrasah dibanding tahun sebelumnya yang hanya 39 lembaga.
“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan madrasah semakin baik dan terus meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, madrasah di bawah Kemenag meliputi RA setingkat TK, MI setingkat SD, MTs setingkat SMP, serta MA setingkat SMA. Seluruhnya berada dalam pembinaan Kemenag, baik dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, maupun bantuan operasional.
Tingginya animo masyarakat bahkan berdampak pada keterbatasan daya tampung madrasah negeri. Dalam beberapa kasus, pihak sekolah terpaksa menolak peserta didik baru karena kuota kelas sudah terpenuhi.
“Madrasah negeri itu sering kali penuh, sampai harus menolak satu atau dua rombongan belajar,” ungkapnya.
Menurutnya, kualitas madrasah swasta pun saat ini tidak kalah dengan madrasah negeri. Banyak madrasah swasta yang mampu bersaing dari sisi mutu pendidikan dan manajemen sekolah.
Peningkatan jumlah madrasah tersebut juga menjadi indikator bahwa masyarakat semakin melihat madrasah sebagai pilihan utama pendidikan anak, tidak hanya sebagai alternatif.
“Sekarang ini ada 14 pondok pesantren di bawah Binaan Kementerian Agama. Walaupun memang pesantren ini biasanya juga bekerja sama dengan madrasah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







