Keterbatasan Lahan dan Listrik Menghambat Peternakan Bulungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Keterbatasan lahan yang sesuai serta minimnya akses listrik masih menjadi penghambat utama pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi ini terjadi meski produksi ternak di daerah tersebut menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, mengatakan kenaikan produksi ternak tahun lalu relatif terbatas. Produksi ternak besar seperti sapi, kambing, dan babi hanya meningkat sekitar 4 persen, sementara ternak unggas, khususnya ayam potong, naik sekitar 5 persen.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan 'Lagi' Usaha Warga di Bulungan

“Kendala terbesar adalah ketersediaan lahan. Lokasi peternakan yang jauh dari permukiman umumnya belum didukung jaringan listrik,” kata Kristiyanto, Jumat (23/1/2026).

Menurut dia, keterbatasan listrik menjadi masalah serius, terutama bagi pengembangan peternakan unggas modern. Sistem kandang tertutup membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menjaga suhu dan mengoperasikan peralatan seperti blower.

“Kondisi tersebut membuat minat investor maupun peternak skala besar belum tumbuh optimal. Tanpa listrik yang memadai, peternakan modern sulit dikembangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Genjot Sertifikasi Aset Daerah

Untuk menjaga pertumbuhan sektor peternakan, pemerintah daerah mendorong pola kemitraan antara peternak lokal dan perusahaan swasta. Salah satu kerja sama yang berjalan saat ini dilakukan dengan PT Japfa Comfeed Indonesia.

Dalam skema tersebut, perusahaan menyediakan anak ayam umur sehari (DOC) dan pakan, sementara peternak menyiapkan kandang dan lokasi. Pembayaran hasil produksi dilakukan setelah panen.

Baca Juga :  BPN Bulungan Targetkan Sertifikasi 1.800 Bidang Tanah Tahun Ini

“Pola kemitraan ini membantu peternak dari sisi permodalan dan kepastian pasar,” kata Kristiyanto.

Namun, ia mengakui, kemitraan belum mampu menjawab persoalan mendasar terkait infrastruktur. Ketersediaan lahan yang layak dan akses listrik, kata dia, tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan infrastruktur dan akses wilayah yang memadai, pengembangan peternakan di Bulungan akan sulit tumbuh lebih cepat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *