benuanta.co.id, BULUNGAN – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Utara (Kaltara) pada Desember 2025 tercatat 117,08, meningkat 0,21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mencatat NTP tertinggi di antara subsektor lainnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifa’i mengatakan, peningkatan NTP terjadi karena laju kenaikan harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan harga yang harus dibayar petani.
“Indeks harga yang diterima petani naik 0,41 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar hanya meningkat 0,21 persen,” kata Mas’ud, Selasa (20/1/2026).
Mas’ud menjelaskan, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat NTP sebesar 201,14, jauh di atas subsektor lain. Adapun NTP tanaman pangan berada di level 103,03, hortikultura 102,29, peternakan 101,41, serta nelayan dan pembudidaya ikan sebesar 102,97.
Menurut Mas’ud, NTP menjadi indikator penting untuk membaca tingkat kesejahteraan petani perdesaan.
“Selama NTP di atas 100, berarti pendapatan petani relatif mampu menutupi kebutuhan konsumsi dan biaya produksi,” ujarnya.
Selain itu, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Desember 2025 sebesar 122,24, naik 0,36 persen dibandingkan November 2025. Kenaikan ini menandakan membaiknya kinerja usaha rumah tangga pertanian. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







