Tingginya Mobilitas Penduduk Datang ke Nunukan Jadi Penyebab Stunting dan Kematian Bayi

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan mengakui, tantangan terbesar dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Nunukan adalah tingginya mobilitas penduduk.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, mengatakan Nunukan sebagai daerah perbatasan dan daerah transit menjadi tempat singgah masyarakat dari berbagai daerah yang akan bekerja ke luar negeri, khususnya ke Malaysia.

“Kami harus akui Nunukan ini daerah transit, masyarakat yang datang bukan hanya warga Nunukan, tapi juga masyarakat luar yang sementara melintas untuk bekerja ke Malaysia,” ungkap Miskia pada Selasa, (20/1/2026).

Menurutnya, banyak kasus ibu hamil yang datang ke Nunukan dalam kondisi sudah mendekati persalinan tanpa pernah melakukan pemeriksaan kehamilan sebelumnya.

Baca Juga :  Bimtek BPIP 2026, Bakesbangpol Nunukan Perkuat Peran Pembinaan Ideologi Pancasila

Kondisi tersebut sering menimbulkan berbagai permasalahan, baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan.

“Ada yang datang sudah hamil dan mau melahirkan, sementara selama kehamilan tidak pernah memeriksakan diri, saat ingin melahirkan baru ke Nunukan, disitulah kami menemukan permasalahan, termasuk pada bayinya, ini juga menjadi salah satu penyumbang stunting dan kematian bayi,” jelasnya.

Selain faktor mobilitas penduduk, kata Miskia, kondisi geografis Nunukan yang luas dan akses pelayanan kesehatan yang terbatas di sejumlah wilayah juga menjadi kendala dalam penanganan kasus kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan bahwa persalinan sangat disarankan dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :  Pastikan Program Pembangunan Berjalan Sesuai Rencana, Pemkab Nunukan Tekankan Koordinasi Lintas OPD

Hal ini penting tidak hanya untuk keselamatan ibu dan bayi, tetapi juga berkaitan dengan administrasi kependudukan.

“Kelahiran harus di fasilitas kesehatan, karena surat keterangan kelahiran hanya bisa dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan atau bidan yang membantu persalinan,” tegasnya.

Pihaknya juga terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui berbagai program prioritas yang dijalankan secara berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah stunting di wilayah perbatasan.

Miskia mengatakan bahwa dari tahun ke tahun pihaknya memiliki fokus utama pada program kesehatan ibu dan anak, selain program stunting dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Temui 15 Warung Tidak Punya NIB

“Pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun kami memiliki program fokus, seperti kesehatan ibu dan anak, program stunting, program CKG, dan program lainnya,” ujar Miskia.

Dinkes Nunukan juga mengimbau agar seluruh ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya sejak dini hingga menjelang persalinan, terutama bagi ibu hamil yang berpotensi mengalami komplikasi, diharapkan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami menghimbau agar ibu yang mengandung rutin memeriksakan diri sebelum dan jelang melahirkan, kalau memang harus dirujuk, segera ke faskes terdekat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *