Pastikan Gerakan Pangan Murah Tetap Digelar pada 2026

benuanta.co.id, NUNUKAN– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di tahun 2026 ini.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Wiwin Indarayanti mengatakan, kegiatan ini merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih murah,” ungkap Wiwin.

Dikatakannya, sepanjang tahun 2025, GPM telah berkontribusi dalam meningkatkan ketersediaan dan akses pangan, terutama beras yang menjadi komoditas paling diminati masyarakat.

Baca Juga :  Ini Alasan Naiknya Tarif E-Pass di Pelabuhan Nunukan

Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar pada tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan direncanakan pada pertengahan Februari 2026, setelah pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Gerakan Pangan Murah ini akan kita gelar kembali pada tahun 2026, kemungkinan di pertengahan bulan Februari. Saat ini kita masih menunggu pengesahan DPA, biasanya setelah DPA disahkan kita langsung mulai melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, anggaran GPM pada tahun 2026 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun, kegiatan ini tetap dapat dilaksanakan karena adanya dukungan tambahan anggaran dari Pemerintah Provinsi.

Baca Juga :  Sapi di Nunukan Terindikasi Bovine Ephemeral Fever, DKPP Jadwalkan Vaksinasi Ternak

“Di tahun 2026 anggaran untuk Gerakan Pangan Murah tidak terlalu besar seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi kita juga mendapatkan bantuan anggaran dari Provinsi. Untuk jadwal pelaksanaannya, sesuai petunjuk teknis (juknis), setiap triwulan akan kita laksanakan dan juga pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” jelasnya.

Melalui kegiatan Gelar Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap masyarakat, khususnya yang kurang mampu, dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Temui 15 Warung Tidak Punya NIB

Wiwin juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah serta dukungan pihak lain dalam pelaksanaan GPM ke depan. Selama ini, pendanaan GPM bersumber dari Pemerintah Daerah serta dukungan Bank Indonesia (BI) sebagai sponsor.

“Kami juga berharap di tahun 2026 ini masih ada dukungan pendanaan lain, seperti dana CSR, yang dapat membantu pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *