benuanta.co.id, TARAKAN – Penguatan moderasi beragama terus menjadi fokus Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan sebagai langkah pencegahan terhadap paham radikalisme dan ekstremisme.
Kepala Kantor Kemenag Tarakan, H. Syopyan menuturkan sejak tahun 2018, Kemenag telah menjalankan program moderasi beragama yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, penyuluh agama, hingga masyarakat luas. Program ini menekankan cara beragama yang berada di jalan tengah, tidak radikal dan tidak liberal.
“Yang dimoderasi itu bukan agamanya, tapi cara beragamanya,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, seluruh guru dan penyuluh agama telah dibekali pemahaman moderasi beragama agar mampu menyampaikannya dalam proses pendidikan dan penyuluhan di masyarakat.
Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk agama islam saja, namun kepada agama lainnya. Ini dilakukan agar masyarakat menjadi moderat dalam beragama.
Kemenag juga aktif berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta aparat keamanan. Hal ini dinilai penting mengingat Tarakan merupakan wilayah perbatasan yang memiliki potensi kerawanan sebagai daerah persinggahan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan terkait aktivitas radikalisme maupun terorisme di Kota Tarakan.
“Alhamdulillah sejauh ini kondisinya aman. Sejauh ini tidak ada laporan kegiatan radikalisme di Kota Tarakan,” katanya.
Melalui penguatan moderasi beragama yang terus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari, Kemenag berharap masyarakat Tarakan tetap menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
“Salah satunya diantisipasi dengan memastikan cara beragamanya dan bahaya terorisme,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







