benuanta.co.id, TARAKAN – Tingginya aktivitas pelayaran di perairan Tarakan mendorong Kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus mengajak para pengguna jasa pelayaran meningkatkan kesadaran terhadap aspek keselamatan, khususnya pada angkutan speedboat.
Penilik Kelayaklautan KSOP Kelas II Tarakan, Fahmi, mengatakan koordinasi dengan berbagai instansi tetap berjalan meskipun telah terjadi peralihan kewenangan pelayanan. Menurutnya, sinergi tetap dibutuhkan agar pelayanan pelayaran tidak terganggu. “Koordinasi antarinstansi pasti tetap ada,” ungkapnya, Senin (19/1/2025).
Ia menyebutkan KSOP masih berkoordinasi dengan BPTD, terutama terkait penyelesaian hal-hal teknis yang belum tuntas serta proses serah terima sarana dan prasarana.
Menurut Fahmi, koordinasi tersebut penting karena seluruh instansi berada dalam satu kementerian yang sama. “Kami ini sama-sama di bawah Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan, khususnya terkait Rencana Pola Trayek (RPT) kapal. Fahmi menegaskan bahwa trayek yang bermasalah harus segera ditinjau kembali agar tidak menimbulkan kendala saat kapal berangkat. “Kalau RPT ada yang mati, kita komunikasikan,” katanya.
Fahmi menjelaskan perairan Tarakan memiliki tingkat kepadatan yang tinggi karena menjadi jalur transportasi utama masyarakat. Dalam satu hari, puluhan armada speedboat beroperasi melayani berbagai tujuan. “Dalam sehari ada sekitar 45 armada speedboat,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa jumlah penumpang speedboat di Tarakan bisa mencapai sekitar 1.500 orang per hari. Kondisi ini membuat aspek pelayanan dan keselamatan menjadi perhatian serius KSOP. “Penumpangnya bisa sampai 1.500 orang per hari,” paparnya.
Terkait pelayanan ke depan, Fahmi berharap para pengguna jasa, khususnya operator speedboat, dapat semakin solid dan bekerja sama dengan KSOP. Menurutnya, peningkatan pelayanan hanya dapat terwujud jika ada kesadaran bersama. “Mudah-mudahan ke depannya kita bisa lebih solid,” tuturnya.
Fahmi juga mengajak seluruh pengguna jasa untuk meningkatkan kesadaran keselamatan pelayaran, termasuk penggunaan alat keselamatan dan kepatuhan awak kapal terhadap standar operasional.
Ia menekankan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. “Keselamatan ini tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.
Ia turut mengingatkan para pemilik kapal dan awak kapal (ABK) agar selalu memperbarui dokumen keselamatan serta aktif berkoordinasi apabila terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dari keselamatan pelayaran. “Dokumen keselamatan harus selalu diperbarui,” terangnya.
Fahmi menegaskan KSOP Tarakan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pasca peralihan kewenangan yang sedang berjalan. Ia berharap perubahan ini dapat berdampak positif terhadap kualitas pelayanan pelayaran. “Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







