Kompor Gas Booth Bakso di Pamusian Meledak! 

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran booth Bakso Malang di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, pada Senin (19/1/2026) pagi.

Analis SAR PMK Kota Tarakan, Shafridha, SH, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 07.17 WITA. Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar delapan menit kemudian. “Kami dari pemadam kebakaran khususnya sektor barat menerima informasi pada pukul 07.17 WITA dan sampai di sini pukul 07.25 WITA,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).

Namun saat petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah berhasil dikendalikan oleh pihak toko menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Situasi tersebut membuat petugas hanya melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala.

Baca Juga :  BI Kaltara Dorong UMKM Jadi Penopang Ekonomi di Tengah Tekanan Global

“Pas kami sampai di sini, situasi sudah aman karena berdasarkan informasi api sudah dipadamkan dengan APAR yang ada pada tetangga toko,” katanya.

Shafridha menambahkan, berdasarkan keterangan pemilik, sumber api berasal dari kompor yang digunakan di booth bakso Malang Bakso Maranatha. Kompor tersebut diketahui menggunakan gas alam dan sempat ditinggal oleh pekerja. “Untuk penyebab kebakarannya ini adalah kompor gas alam yang ditinggal sebentar, kemudian terjadi ledakan,” jelasnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, PMK Kota Tarakan menurunkan sejumlah armada dari dua sektor berbeda. Armada tersebut disiagakan untuk memastikan proses pengamanan berjalan maksimal. “Untuk armada yang kami temukan sendiri ada dua unit dari mako pusat dan dua unit dari mako Tarakan Barat,” paparnya.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

Ia juga menekankan pentingnya setiap tempat usaha menyediakan alat pemadam api ringan sebagai langkah awal penanganan kebakaran. Menurutnya, keberadaan APAR sangat membantu mencegah kebakaran meluas sebelum petugas tiba di lokasi.

“Kami tekankan setiap toko atau tempat usaha wajib menyediakan APAR agar kejadian seperti ini bisa langsung ditangani,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik toko CV Prima Kawitan sekaligus pemilik booth bakso, Waldi, mengatakan pada pagi hari kejadian toko alat tulis memang sudah mulai beroperasi. Namun, booth bakso malang biasanya baru buka lebih siang. “Biasanya booth baksonya buka setengah sembilan, sedangkan toko alat tulis buka jam delapan,” katanya.

Baca Juga :  Relokasi PKL di Tarakan Timur Molor Lagi dari Jadwal

Terkait kerugian, Waldi menuturkan kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah peralatan masak dan bagian booth hangus terbakar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Kerugian ditaksir sekitar tiga jutaan, meliputi booth yang hangus dan beberapa alat masak yang ikut terbakar,” ujarnya.

Waldi juga memastikan saat kejadian tidak ada orang yang tinggal atau berjaga di booth bakso. Ia menduga ledakan terjadi dari instalasi gas alam yang digunakan. “Di sini memang tidak ada yang tinggal, penyebabnya dari gas alam yang tadi sempat digunakan dan ditinggal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *