Nilai Ekspor Kaltara Merosot, Hasil Tambang Jadi Pemicu Utama

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) secara rutin melakukan update aktivitas ekspor dan impor di Kaltara setiap bulan.

Dalam prosesnya, BPS mencatat ada lima pasar terbesar tujuan ekspor komoditas Kaltara. Dari lima negara tujuan utama itu, Tiongkok tercatat menjadi negara yang mendominasi dengan nilai USD 630,27 juta.

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, lima negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada periode Januari-November 2205 meliputi Tiongkok, Filipina, India, Malaysia dan Korea Selatan.

“Ekspor ke Tiongkok mencapai USD 630,27 juta, disusul Filipina USD 246,49 juta, India USD 96,46 juta, Malaysia USD 65,27 juta dan Korea Selatan USD 57,88 juta,” ujar Mas’ud Ahad, (19/1/2026)

Baca Juga :  Target Meningkat, Pemprov Kaltara Kejar Pajak Alat Berat

Kelima negara tersebut menyumbang 87,76 persen dari total ekspor Kaltara. Hal ini menegaskan peran strategis dari kelima negara ini sebagai pasar utama.

Kendati demikian, nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Termasuk ke Tiongkok yang tercatat turun 22,93 persen.

Secara umum, nilai ekspor Kaltara Januari-November 2025 hanya mencapai USD 1.253,57 juta atau turun 47,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai USD 2.406,12 juta.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Targetkan 1.500 Rumah dapat Listrik Gratis

“Penurunan ini terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas,” kata Mas’ud.

Ekspor nonmigas mengalami kontraksi cukup dalam, yakni 47,77 persen, dari USD 2.391,75 juta menjadi USD 1.249,28 juta. Sementara itu, ekspor migas turun lebih tajam sebesar 70,12 persen, dari USD 14,37 juta menjadi USD 4,29 juta.

Turunnya ekspor nonmigas terutama dipicu oleh merosotnya ekspor hasil tambang yang mencapai 57,50 persen menjadi USD 822,06 juta. Di sisi lain, ekspor hasil industri juga mengalami penurunan 7,97 persen menjadi USD 443,11 juta.

Kondisi serupa juga terlihat pada kinerja bulanan. Pada November 2025, nilai ekspor Kaltara tercatat USD 110,91 juta, turun 12,60 persen dibandingkan November 2024. Ekspor nonmigas pada bulan itu juga melemah 11,79 persen,” bebernya.

Baca Juga :  Wartawan Kaltara Ikuti Retret PWI, Fokus Bela Negara dan Integritas

Jika dilihat dari sisi ekspor asli Kaltara, nilai ekspor Januari-November 2025 tercatat USD 1.263,92 juta atau turun 12,96 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi pada sektor hasil tambang yang melemah 27,76 persen. Di tengah tren negatif tersebut, sektor hasil industri justru tumbuh 49,64 persen dan sektor pertanian meningkat 27,69 persen. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *