benuanta.co.id, TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan menekankan peran strategis madrasah dalam membentengi siswa dari berbagai bentuk penyimpangan moral yang belakangan marak terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan menyebutkan, madrasah memiliki keunggulan karena dominasi mata pelajaran keagamaan yang tidak terdapat di sekolah umum.
“Di madrasah ada lima mata pelajaran agama, mulai dari Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, SKI, hingga Bahasa Arab. Ini menjadi kekuatan utama pembinaan karakter,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, madrasah harus menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dari penyimpangan moral, termasuk perilaku menyimpang yang mengarah pada kekerasan atau pelanggaran norma.
Pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui kurikulum, tetapi juga lewat peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik agar mampu menyampaikan materi pendidikan moral secara tepat kepada siswa.
Selain madrasah, penguatan pendidikan agama juga dilakukan di sekolah-sekolah umum. Guru agama, baik yang diangkat oleh Kemenag maupun pemerintah daerah, tetap berada dalam pembinaan Kemenag.
Melalui forum KKG dan MGMP, materi ajar pendidikan agama terus diperkuat, termasuk isu-isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat. “Edukasi di sekolah harus diperkuat, dan itu tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu sinergi lintas sektor,” ungkapnya.
Kemenag membuka ruang kerja sama dengan instansi terkait, khususnya dalam upaya pencegahan penyimpangan moral di kalangan pelajar. Hal ini dianggap perlu mengingat maraknya penyimpangan moral yang terjadi di lingkungan sekolah.
“Saya sangat terbuka kalau terkait dengan kerjasama dengan sektor lain yang menangani masalah penyimpangan seksual karena saya menyadari dan tidak menutup mata dengan hal ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







