Sebuah pesawat angkut Angkatan Udara Jerman A400M dijadwalkan lepas landas Kamis pagi menuju Nuuk, ibu kota Greenland, membawa tim pengintaian tersebut, ungkap pernyataan resmi kementerian.
“Kami ingin mempelajari kerangka kerja bagi kemungkinan kontribusi militer untuk mendukung Denmark dalam menjaga keamanan kawasan, termasuk kemampuan pengawasan maritim,” kata kementerian itu.
Misi tersebut dilakukan atas undangan Denmark dan akan melibatkan perwakilan dari sejumlah negara mitra Eropa, meski Berlin tidak merinci negara mana saja yang akan ikut serta.
Pengiriman ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan Greenland seharusnya berada “di tangan AS” guna menghadapi Rusia dan China.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan kepada wartawan, usai kunjungan ke Gedung Putih pada Rabu, bahwa pihaknya “tidak berhasil mengubah posisi Amerika” terkait Greenland.
“Bagi kami, gagasan apa pun yang tidak menghormati keutuhan wilayah Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland tentu sepenuhnya tidak dapat diterima,” ujar Rasmussen.
Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya bertemu Rasmussen serta Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt, di tengah ketertarikan berkelanjutan Trump untuk menguasai wilayah otonom Denmark tersebut.
Sumber: Anadolu / Antara







