benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Meningkatnya kasus penularan HIV/AIDS dari tahun ke tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penularan HIV/AIDS dengan meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Imbauan ini disampaikannya menyusul masih adanya kelompok berisiko yang sulit terdeteksi di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono, menyampaikan sebagian perilaku berisiko tidak dapat dikenali secara langsung, termasuk pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).
“LSL ini tidak bisa dilihat secara fisik. Mereka beraktivitas dan bergaul seperti masyarakat pada umumnya. Karena itu kita tidak bisa hanya mengandalkan pengamatan, tapi harus memperkuat edukasi dan kesadaran diri,” ujar Imam Sujono, Kamis (15/1/2026).
Menurut Imam, pencegahan HIV harus dimulai dari individu dan keluarga, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi perilaku yang berpotensi menularkan penyakit.
“Kami mengimbau masyarakat untuk setia pada pasangan, menghindari perilaku seksual berisiko, serta menjaga kesehatan diri. Ini langkah sederhana tapi sangat efektif mencegah penularan HIV,” jelasnya.
Imam juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara sukarela, terutama bagi masyarakat yang merasa memiliki risiko.
“Tes HIV sekarang mudah, aman, dan hasilnya dijamin kerahasiaannya. Jangan menunggu sakit baru periksa. Deteksi dini sangat membantu pengobatan,” katanya.
Selain itu, Imam mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada stigma terhadap kelompok tertentu, karena pendekatan kesehatan harus mengedepankan pencegahan dan perlindungan bersama.
“Yang kita jaga adalah kesehatan masyarakat. Bukan soal menghakimi siapa pun tapi bagaimana semua bisa hidup sehat dan saling melindungi,” tutup Imam. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







