benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan menyiapkan anggaran kesiapan dalam menghadapi bencana di sepanjang tahun 2026 sebesar Rp500 juta dari APBD.
Dana itu akan digunakan jika terjadi bencana seperti banjir, kebakaran, maupun bencana sosial.
Kepala Dinas Sosial Bulungan, Mahmuddin, mengatakan dana siaga itu bisa digunakan kapan saja dan tentu sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, pemerintah daerah juga mengatakan bahwa selain dari APBD dukungan dana didapat dari pemerintah pusat.
“Dana dari APBD sekitar Rp500 juta. Kalau kurang, ada dukungan dari pusat,” ujarnya, Rabu (14/1).
Menurut Mahmuddin, anggaran kebencanaan tidak disiapkan dengan jumlah yang terlalu besar sejak di awal tahun. Hal tersebut dilakukan agar anggaran tidak mengendap jika tidak ada terjadi bencana.
“Kalau tidak ada bencana, anggaran bisa tidak terpakai. Jadi kita sesuaikan nanti saat dibutuhkan,” katanya.
Mahmuddin menjelaskan, dari pemerintah pusat bantuan yang diberikan biasanya itu berupa logistik, bukan berupa uang tunai. ia juga menyebut setiap barang yang keluar dari gudang kemudian harus dilaporkan agar stok dapat segera digantikan.
“Kalau hari ini keluar, hari ini juga dilaporkan. Kalau stok habis, pusat kirim lagi,” jelasnya.
Dinsos Bulungan juga menyatakan bahwa stok logistik yang berada di gudang masih tergolong aman, beberapa logistik yang tersedia meliputi kasur, selimut, tenda, perlengkapan dapur, makanan siap saji, juga ada perlengkapan bayi.
Kepala dinas sosial itu, mengungkapkan, dari data internal Dinsos, nilai logistik yang tersedia diperkirakan mencapai Rp593,5 juta dengan jumlah lebih dari 1.600 item.
Namun, pemerintah daerah belum menampilkan secara rinci bagaimana kondisi dan jumlah masing-masing logistik yang tersimpan, termasuk itu masa kedaluwarsa untuk bahan makanan.
Bulungan sendiri dikenal sebagai daerah yang rawan banjir dan kebakaran. Karena itu, kesiapan pemerintah daerah masih terus menjadi perhatian masyarakat. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







