benuanta.co.id, BULUNGAN – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dilaksanakan melalui fasilitas puskesmas di wilayah Kabupaten Bulungan hingga kini masih terus berjalan, meski capaian partisipasi masyarakat belum maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Usman, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis telah mulai dilaksanakan di puskesmas, termasuk puskesmas pembantu dan puskesmas keliling, sejak akhir Desember lalu.
“Pelaksanaannya kita lakukan di puskesmas. Program ini sebenarnya sudah mulai berjalan, bahkan sebagian sudah memulai perjalanan layanan ke lapangan,” sebutnya Rabu, (14/1/2026).
Meski demikian, Usman mengakui jika capaian pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) saat ini belum mencapai target yang diharapkan. Hingga kini, persentase realisasi masih berada di bawah 10 persen.
“Kalau ditanya persentase, belum sampai 10 persen. Memang belum tinggi,” ungkapnya.
Menurut Usman, secara umum kesiapan fasilitas kesehatan sudah cukup baik, dengan estimasi kesiapan sekitar 60 persen. Meski begitu, angka tersebut belum dapat dihitung sebagai capaian layanan pemeriksaan kesehatan gratis secara keseluruhan.
“Kalau kesiapan kita sekitar 60 persen, tapi itu belum bisa dihitung sebagai persentase capaian. Karena masih ada kendala, salah satunya terkait sistem pelaporan dan input data,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan program rutin yang terintegrasi dengan layanan puskesmas, namun dalam pelaksanaannya belum seluruhnya tercatat optimal dalam sistem.
Adapun kendala utama yang dihadapi hingga saat ini adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat serta keterbatasan akses, terutama di wilayah terpencil.
“Daerah kita luas dan banyak wilayah terpencil. Akses masyarakat untuk mendapatkan layanan ini masih terbatas. Sosialisasi juga perlu ditingkatkan,”jelas Usman.
Terkait wilayah mana saja yang belum maksimal pelaksanaannya, Usman menyebut pihaknya masih akan melakukan pemetaan lebih lanjut berdasarkan data yang masuk.
“Partisipasianti kita lihat tandanya, belum bisa kita pilah berdasarkan wilayah secara detail saat ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Yogi Wibawa







