Menyoal Pilkada Lewat Parlemen, Demokrat Tegaskan Kesiapan Adaptasi dan Strategi

benuanta.co.id, TARAKAN – Wacana pemilihan kepala daerah melalui parlemen menjadi salah satu isu strategis dan hangat akhir-akhir ini. Sebagai salah satu partai politik di Indonesia, Partai Demokrat turut menyikapi dinamika politik nasional tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si., menyatakan dinamika politik pasca Pemilihan Kepala Darrah (Pilkada) menuntut partai untuk terus memperkuat solidaritas dan kemampuan adaptasi. Ia menegaskan pentingnya sikap realistis dalam membaca perubahan politik yang berkembang.

“Kita harus jujur dinamika politik pasca Pilkada mengajak kita untuk selalu memperkuat solidaritas dan harus adaptif terhadap segala situasi politik yang bertumbuh dan berkembang di sekitar kita,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).

Yansen menilai, meskipun terdapat ketidakpastian terkait model dan sistem demokrasi pemilihan kepala daerah yang akan diberlakukan, kader di daerah tidak perlu larut dalam dinamika yang berkepanjangan. Fokus utama, menurutnya, tetap pada agenda demokrasi yang pasti dihadapi.

Baca Juga :  Board of Peace dan Manuver Politik Indonesia, Apa Dampaknya untuk Kaltara?

“Apa pun hasilnya, kita diperhadapkan dengan dua agenda utama, yaitu Pilkada dan Pemilu, termasuk pemilihan legislatif dan DPD RI,” lanjutnya.

Menghadapi kemungkinan kebijakan skema yang ada sebagai bagian dari kebijakan politik nasional, Yansen menekankan pentingnya strategi yang terarah. Ia menyebut konsolidasi internal sebagai langkah paling mendesak untuk memastikan kesiapan partai. “Hal terpenting yang harus dilakukan adalah konsolidasi internal partai untuk memperkuat struktur organisasi, mulai dari DPD, DPC, PAC, hingga ke ranting-ranting,” katanya.

Selain penguatan struktur, Demokrat Kaltara juga menaruh perhatian besar pada kaderisasi, khususnya bagi generasi muda. Validasi data kader dan rekrutmen generasi milenial serta Gen Z menjadi fokus utama dalam strategi partai. “Tidak bisa kita pungkiri generasi milenial dan Gen Z ke depan merupakan kelompok terbesar yang akan mendominasi demokrasi yang akan datang. Maka dari itu kita harus pandai pandai menggaet perhatian generasi muda ini,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Sampaikan Aspirasi Masyarakat Sebatik di Musrenbang Kewilayahan

Dalam konteks Pilkada mendatang, Yansen juga menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menjaring bakal calon kepala daerah. Ia menolak figur yang sekadar ambisius tanpa kapasitas kepemimpinan. “Kita harus jeli mencari bakal calon kepala daerah yang tidak asal jadi, tetapi figur yang mampu mengelola pemerintahan dan pembangunan serta memiliki rekam jejak yang baik di mata rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan calon yang diusung harus memiliki integritas, kepemimpinan yang teruji, serta kemampuan mempersatukan masyarakat. Menurutnya, seleksi yang ketat menjadi kunci keberhasilan partai dalam agenda politik 2029. “Kita harus melakukan seleksi calon yang berkualitas secara pribadi dan menetapkan target yang harus dicapai, baik nasional maupun daerah,” imbuhnya..

Lebih lanjut, Yansen menegaskan Partai Demokrat tidak mempersoalkan perbedaan sistem Pilkada, termasuk jika pemilihan dilakukan melalui parlemen. Yang terpenting, kata dia, adalah kesiapan partai dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. “Bagi kami, perbedaan sistem bukan persoalan utama, yang terpenting adalah kesiapan partai menghadapi agenda demokrasi dan tetap mengedepankan kepentingan rakyat,” tukasnya.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Sampaikan Aspirasi Masyarakat Sebatik di Musrenbang Kewilayahan

Sikap terbuka tersebut sejalan dengan pandangan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si. Ia menegaskan Partai Demokrat siap menyesuaikan diri dengan dinamika dan kebijakan apa pun yang diputuskan negara. “Intinya, Partai Demokrat bersikap terbuka terhadap segala perbedaan dan siap menyesuaikan terhadap dinamika dan kebijakan yang ada, selama tetap mementingkan keuntungan rakyat,” terangnya.

Herman juga menekankan Rakerda menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas kader dan menyusun strategi menghadapi perubahan sistem Pilkada, termasuk melalui parlemen. “Melalui Rakerda ini, kami terus meningkatkan kualitas kader-kader dan menyusun strategi agar partai siap menghadapi agenda demokrasi ke depan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *