Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Aset Pertamina di Tarakan Tengah

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah rumah aset milik Pertamina EP Tarakan yang berada di Jalan Antasari, RT 12, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, dilaporkan terbakar pada Selasa malam (13/1/2026). Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, S.E., menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh petugas pada pukul 18.37 WITA. Ia mengatakan laporan tersebut berasal dari masyarakat yang melihat adanya api di dalam rumah.

“PMK KP 1 menerima laporan adanya api di dalam sebuah rumah aset milik Pertamina EP Tarakan pada jam 18.37 WITA,” ungkapnya, Rabu (14/1/2026).

Setelah menerima laporan, petugas piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Irwan menegaskan bahwa respons cepat dilakukan guna mencegah api membesar dan meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Baca Juga :  Simbol Doa dan Harapan Keluarga, Lilin Raksasa Mulai Hiasi Kelenteng Tarakan Jelang Imlek

“Selanjutnya petugas piket bergerak menuju lokasi di Jalan Antasari RT 12 Kelurahan Pamusian Tarakan Tengah,” katanya.

Sesampainya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman pada sumber api yang diketahui berasal dari bagian belakang rumah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada peralatan elektronik.

“Petugas langsung memadamkan api yang berasal dari konsleting listrik pada blower hisap di bagian belakang rumah,” ujarnya.

Untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala, petugas juga melakukan proses pendinginan di area terdampak. Upaya tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat sejak petugas tiba di lokasi. “Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih 15 menit dari tiba petugas di lokasi,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

Irwan mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh peralatan elektronik. Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan listrik di lingkungan rumah. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap ancaman bahaya kebakaran dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik,” tukasnya.

Sementara itu, seorang warga sekitar, Rahma mengungkapkan peristiwa kebakaran terjadi pada rentang waktu antara pukul 18.00 hingga 19.00 WITA. Ia menyebutkan rumah yang terbakar memang dalam kondisi kosong dan tidak ditempati. “Memang kejadiannya sekitar jam tujuh hingga malam itulah, setahu saya rumah tersebut kosong dan tidak ditempati dan kabarnya karena korslet,” ucapnya.

Baca Juga :  Rumput Laut Diolah jadi Pupuk Organik dan Biofuel, Beri Nilai Tambah bagi Pembudidaya Lokal

Rahma juga memastikan dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Selain itu, ia menilai kerusakan bangunan tidak terlalu parah karena api tidak melalap seluruh bagian rumah. “Tidak ada korban jiwa dan bangunannya juga tidak terbakar semua, masih berdiri kokoh serta juga cukup berjarak dari bangunan-bangunan di sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rahma mengapresiasi kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran yang dinilai cepat merespons laporan kebakaran. Menurutnya, respons cepat tersebut sangat membantu mencegah api semakin membesar. “Warga yang melihat kobaran api langsung menghubungi pemadam, dan alhamdulillah responsnya cepat sehingga api bisa ditangani,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *