Longboat Terbalik di Muara Sei Banjar, Dua Warga Nunukan Masih dalam Pencarian

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tarakan melakukan operasi SAR terhadap kecelakaan kapal longboat yang terbalik saat aktivitas panen rumput laut di perairan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dalam insiden tersebut, satu korban berhasil selamat, sementara dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, melalui Kasi Operasi Dede Hariana, mengungkapkan kecelakaan longboat ini pertama kali dilaporkan oleh Ibu Salma, istri salah satu korban, kepada Pos SAR Nunukan pada Senin malam, 12 Januari 2026. Informasi diterima sekitar pukul 19.15 WITA dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas.

“Begitu laporan diterima, kami langsung mengaktifkan rencana operasi SAR dan menyiapkan unsur untuk bergerak ke lokasi kejadian,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin sore sekitar pukul 17.10 WITA. Longboat yang membawa tiga orang laki-laki dilaporkan terbalik saat perjalanan pulang dari memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul menuju Nunukan dengan muatan penuh.

Baca Juga :  Kesbangpol Kaltara Dorong Peran Bersama Cegah Ekstremisme di Wilayah Perbatasan

“Berdasarkan informasi awal, kapal terbalik dan dua korban dilaporkan hanyut terbawa arus laut,” ujarnya.

Lokasi kejadian berada di Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, dengan koordinat 4° 2’7.07”N 117°34’22.05”E dan heading 235.07°. Jarak tempuh dari Pos SAR Nunukan menuju lokasi sekitar 8,37 nautical miles dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih satu jam.

“Lokasi kejadian cukup terbuka dan berhadapan langsung dengan arus laut, sehingga membutuhkan kewaspadaan dalam operasi pencarian,” jelasnya.

Pada hari pertama operasi SAR (H1) pada Senin, 12 Januari 2026, tim SAR gabungan melaksanakan briefing pada pukul 21.10 WITA dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tim diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 22.10 WITA untuk melakukan upaya pencarian awal. “Meski dilakukan malam hari, kami tetap berupaya maksimal dengan mempertimbangkan faktor keselamatan tim,” katanya.

Baca Juga :  Realisasi Pajak Daerah Kaltara Baru 5 Persen

Dari data korban yang diterima, satu korban atas nama Pak Dayang (60), warga Jalan Lingkar, berhasil selamat dari kejadian tersebut. Sementara dua korban lainnya, Amir (53) dan Pandi (30), yang juga berdomisili di Jalan Lingkar, hingga kini masih dalam status pencarian.

“Korban selamat sudah dievakuasi dalam kondisi hidup, sedangkan dua korban lainnya masih terus kami cari,”terangnya.

Memasuki hari kedua operasi SAR (H2) pada Selasa, 13 Januari 2026, pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 06.00 WITA. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan sesuai rencana operasi, mencakup empat titik koordinat di sekitar lokasi kejadian. “Pencarian kami perluas dengan pola area untuk meningkatkan peluang menemukan korban,” bebernya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dorong Percepatan Program Tahun Anggaran 2026

Dalam operasi hari kedua ini, unsur SAR yang terlibat bertambah, meliputi Pos SAR Nunukan, Brimob Nunukan, Polairud Polres Nunukan, serta masyarakat dan keluarga korban. Berbagai alut dan palsar dikerahkan, di antaranya rescue car carrier, rescue buoyancy boat, dua unit rubber boat, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.

“Sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat sangat membantu kelancaran operasi di lapangan,” paparnya.

Hingga laporan ini disampaikan, tidak terdapat faktor penghambat berarti dalam pelaksanaan operasi SAR, dengan kondisi cuaca dilaporkan berawan. Pihak Kantor SAR Tarakan memastikan pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur hingga korban ditemukan.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi SAR secara profesional dan maksimal sampai seluruh korban berhasil ditemukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *