benuanta.co.id, TARAKAN – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban kecelakaan kapal longboat yang terbalik saat memanen rumput laut di perairan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat pada hari kedua operasi pencarian, Selasa, 13 Januari 2026, sehingga seluruh korban dalam insiden tersebut dinyatakan selamat.
Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril melalui Kasi Operasi Dede Hariana menyampaikan keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur SAR yang terlibat sejak hari pertama operasi. “Alhamdulillah, pada hari kedua operasi SAR, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ungkapnya, Selasa (13/1/2026).
Dede menjelaskan kecelakaan diketahui terjadi pada Senin sore sekitar pukul 17.10 WITA saat longboat yang ditumpangi tiga orang (Amir, Pandi dan Dayang) dalam perjalanan pulang dari memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul menuju Nunukan. Kapal tersebut terbalik dengan muatan penuh, menyebabkan dua orang hanyut terbawa arus laut.
“Arus di sekitar muara cukup kuat, sehingga dua korban atas nama Amir dan Pandi terpisah dari perahu,” jelasnya.
Pada hari kedua operasi SAR (H2), Selasa, 13 Januari 2026, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian sejak pagi hari. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika sekitar pukul 11.00 WITA, dua korban atas nama Amir (53) dan Pandi (30) berhasil ditemukan di Perairan Nunukan.
“Kedua korban ditemukan di perarian Nunukan pada koordinat 4° 1’12.55”N 117°35’24.09”E dengan jarak sekitar 1,37 nautical mile dari lokasi kejadian,” paparnya.
Dede mengatakan setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah korban. “Kondisi korban selamat dan tidak memerlukan penanganan medis lanjutan,” katanya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, tim SAR gabungan kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 11.15 WITA dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dan kembali melanjutkan kesiapsiagaan. “Operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup karena seluruh korban telah ditemukan,” terangnya.
Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR terlibat, di antaranya Pos SAR Nunukan, Brimob Nunukan, Polairud Polres Nunukan, Lanal Nunukan, Pos Polairud Sedadap, serta masyarakat dan keluarga korban. Berbagai alut dan palsar juga dikerahkan, seperti rescue car carrier, rescue buoyancy boat, dua unit rubber boat, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.
“Sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan operasi SAR ini,” katanya.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan operasi SAR tidak ditemukan kendala berarti, dengan kondisi cuaca yang relatif berawan dan aman untuk pencarian. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan tetap mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







