benuanta.co.id, NUNUKAN – Curah hujan tinggi menyebabkan kondisi jalan penghubung antarkecamatan di dataran tinggi Krayan kian memprihatinkan.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, kondisi jalan yang rusak ini tidak hanya berdampak pada mobilitas kendaraan, namun juga berdampak pada pasokan sembako untuk masyarakat. Pasalnya, hampir sebagian besar sembako yang ada di Krayan Selatan di pasok dari Krayan Induk. Sementara sepanjang jalan dari Krayan Induk ke Krayan Selatan rusak parah.
“Stok sembako kita saat ini sudah hampir habis, kalau kondisinya seperti ini tentunya harganya juga bakalan ikut naik, begitu juga dengan BBM,” ungkapnya.
Hujan yang melanda Krayan terjadi sejak bulan Desember 2025 lalu hingga awal tahun 2026 ini. Sehingga, berdampak ke sejumlah jalan penghubung antarkecamatan yang rusak parah dan sulit dilalui pengendara roda dua maupun roda empat.
“Kondisi rusak parah, bahkan kemarin ada mobil yang memaksa untuk tetap melintas kandas di tengah jalan karena jalan yang berlumpur sehingga terpaksa mobil terabaikan bermalam di tengah jalan,” kata Oktavianus.
Melihat kondisi ini, ia berharap baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi bisa segera menyelesaikan persoalan ini. Terlebih kondisi sulitnya akses warga di Krayan akibat hujan terjadi setiap tahunnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







