Lonjakan Harga Emas Dongkrak Transaksi Pegadaian Tarakan, Nasabah Baru Tumbuh di Atas 20 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Melejitnya harga emas sepanjang 2025 tak hanya menguntungkan investor, tetapi juga mendorong lonjakan aktivitas masyarakat di Pegadaian Tarakan. Minat warga untuk membeli dan menggadaikan emas tercatat meningkat tajam, seiring emas semakin dipandang sebagai instrumen simpanan yang aman.

Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir mengungkapkan, lonjakan harga emas tahun lalu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, dengan kenaikan mendekati 70 persen. Kondisi ini langsung berdampak pada pertumbuhan transaksi di berbagai produk Pegadaian.

Baca Juga :  Pengguna QRIS di Kaltara Tembus 131 Ribu, Transaksi Tumbuh Signifikan

“Untuk tahun 2025 merupakan kenaikan harga emas yang tertinggi selama ini. Mendekati hampir 70 persen, meski sempat turun ke 67 persen. Kenaikannya luar biasa,” ujarnya.

Situasi global yang tidak stabil membuat masyarakat semakin memilih emas sebagai pelindung nilai. Geopolitik dunia dan kebijakan Amerika Serikat dinilai menjadi faktor kuat yang mendorong kenaikan harga tersebut.

“Geopolitik yang berubah-ubah dan kebijakan Amerika otomatis memengaruhi stabilitas ekonomi, dan emas jadi tujuan pelarian dana,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang: SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota

Lonjakan harga itu berbanding lurus dengan kinerja Pegadaian Tarakan. Sepanjang 2025, outstanding loan atau omzet tercatat tumbuh sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan.

Ia menargetkan cicilan emas akan mencapai Rp20 miliar, tapi realisasinya tembus Rp25 miliar. Produk gadai juga naik hampir 50 persen dari target Rp230 miliar, atau sekitar Rp60 miliar.

Tak hanya nilai transaksi, jumlah nasabah juga mengalami lonjakan. Pegadaian Tarakan mencatat pertumbuhan nasabah baru di atas 20 persen sepanjang 2025.

Baca Juga :  BI Kaltara Targetkan Seluruh Pelabuhan Pakai QRIS pada 2026

“Nasabah baru naik lebih dari 20 persen. Minat masyarakat luar biasa, bahkan sempat stok emas di galeri kosong karena tingginya permintaan,” terangnya.

Saat ini, tren masyarakat masih didominasi pembelian emas untuk disimpan, bukan dijual. Kondisi ini memperlihatkan emas kian diposisikan sebagai investasi jangka panjang.

“Sekarang masyarakat lebih banyak membeli emas untuk simpanan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *