benuanta.co.id, NUNUKAN– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat terdapat 85 kejadian bencana alam dan non alam terjadi selama 2025
Kepala Subbidang Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, jumlah bencana yang terjadi pada 2025 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu dengan 77 kejadian bencana.
“Untuk jenis bencananya didominasi kebakaran permukiman, tercatat sebanyak 26 kejadian, lalu banjir 17 kejadian, tanah longsor 8 kejadian, banjir rob 4 kejadian, angin kencang 2 kejadian, kejadian membahayakan manusia sebanyak 17 kasus dan kebakaran hutan dan lahan sebanyak 11 kejadian,” sebut Hasanuddin.
Ia menyampaikan, dari total 227.467 jiwa penduduk Kabupaten Nunukan, tercatat 3.455 kepala keluarga atau 8.892 jiwa menjadi korban, serta 8.839 jiwa terdampak.
“Untuk bencana ini atas satu orang korban dinyatakan hilang, 22 orang mengalami luka-luka, 10 orang mengungsi, dan 20 orang meninggal dunia,” katanya.
Dikatakannya, akibat bencana tersebut menyebabkan 88 unit rumah mengalami kerusakan, baik kategori rusak ringan hingga rusak berat. Sementara itu, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 24,5 hektare, serta 2.272 unit rumah terendam banjir.
Hasanuddin mengatakan, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Yang mana, pihaknya mencatat ada 21 unit sekolah, 6 rumah ibadah, 5 jembatan, 9 titik jalan, 5 fasilitas kesehatan, 7 bangunan perkantoran, serta 8 bangunan lainnya mengalami kerusakan.
“Kita juga mencatat ada 84 petak lahan pertanian dilaporkan terendam banjir,” tuturnya.
Adapun bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Nunukan sebanyak 16 kejadian, lalu Kecamatan Nunukan Selatan sebanyak 8 kejadian khususnya Karhutla.
Sedangkan di Kecamatan Sebatik Timur tercatat 7 kejadian, 5 di antaranya merupakan kebakaran permukiman. Kemudian di Kecamatan Sebuku sebanyak 6 kejadian dengan 4 kejadian kebakaran permukiman. Kemudian Seimanggaris, Lumbis, dan Krayan masing-masing 4 kejadian bencana.
“Untuk Kecamatan Krayan Selatan ada 3 kejadian banjir, sementara Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, Sembakung Atulai, Sembakung, dan Sebatik Barat masing-masing 2 kejadian bencana,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







