benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kota Tarakan di akhir tahun 2025 Tembus 0,60. Setelah pada November mencatat inflasi, Desember 2025 juga ditutup dengan kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama di sektor transportasi dan bahan pangan.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan, Kota Tarakan pada Desember 2025 mengalami inflasi month to month sebesar 0,60 persen. Ia menyebut angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dalam kenaikan tersebut.
“Angkutan udara memberikan andil inflasi month to month hingga sebesar 0,35 persen, diikuti bawang merah sebesar 0,12 persen dan cabai rawit sebesar 0,08 persen,” ujarnya, Jumat (9/1/2025).
Ia menambahkan, dengan besaran inflasi bulanan tersebut, inflasi year to date dan year on year Kota Tarakan pada Desember 2025 tercatat sama, yakni 2,88 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil 0,33 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga berkontribusi sebesar 0,21 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta pakaian dan alas kaki justru memberikan andil deflasi.
Menurutnya, komoditas yang dominan mendorong inflasi Desember 2025 antara lain angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, hingga sejumlah sayuran dan ikan. “Kenaikan harga komoditas tersebut ikut mengerek indeks harga konsumen di Kota Tarakan,” ucapnya.
Di sisi lain, beberapa komoditas menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga. Bayam, angkutan laut, ikan bandeng, tomat, daging ayam ras, jeruk nipis, hingga cabai merah tercatat memberikan sumbangan deflasi pada bulan tersebut.
Secara regional, inflasi Kota Tarakan pada Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan Provinsi Kalimantan Utara yang mencatat inflasi month to month sebesar 0,54 persen dan inflasi tahunan 2,57 persen. Sementara secara nasional, inflasi tercatat 0,64 persen secara bulanan dan 2,92 persen secara tahunan.
Umar menegaskan kondisi inflasi Tarakan masih dalam kategori terkendali. “Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak perlu terus berjalan agar inflasi Kota Tarakan tetap terjaga dan stabil,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







