benuanta.co.id, BULUNGAN– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan menegaskan pelaksanaan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tanjung Palas Utara bukan merupakan uji coba.
Program vaksinasi DBD ini telah digunakan di Indonesia sejak tahun 2020.
Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, H. Imam Sujono, M.AP., mengatakan, vaksin DBD ini telah lama diterapkan di Indonesia namun keterbatasan anggaran membuat program tesebut belum ditetapkan menjadi program nasional.
“Saya ingin meluruskan bahwa ini bukan uji coba. Vaksin ini sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 2020,” ujar Imam saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026)
Ia menyampaikan, vaksinasi DBD di Tanjung Palas Utara saat ini tengah dilakukan dan berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Januari 2026, dengan sasaran sekitar 700 siswa sekolah dasar.
“Ya, sekarang masih berlangsung mulai tanggal 8 sampai 10, jadi selama tiga hari dengan target anak sekolah dasar 700 siswa” sebutnya.
Imam menjelaskan, harga vaksin DBD tergolong mahal karena satu dosisnya mencapai sekitar Rp700 ribu dan harus diberikan sebanyak dua kali suntikan dengan jeda waktu tiga bulan.
“Karena vaksinnya mahal dan butuh dua dosis, selama ini pelaksanaannya lebih banyak dilakukan di dokter spesialis anak,” jelasnya.
Menurutnya, Kecamatan Tanjung Palas Utara dipilih sebagai lokasi vaksinasi karena memiliki angka kasus DBD cukup tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bulungan.
“Beberapa tahun terakhir, kasus DBD di Tanjung Palas Utara cukup banyak. Karena itu kita fokuskan di satu lokasi agar pengawasan dan pelaksanaannya lebih optimal,” katanya.
Imam menyebutkan, pemilihan pelaksanaan vaksinasi selama tiga hari ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu.
“Jumlah sasarannya cukup besar, sekitar 700 anak. Kalau dilakukan satu hari tentu akan mengganggu sekolah, jadi kita bagi selama tiga hari,” tuturnya.
Dinkes Bulungan berharap dengan pelaksanaan vaksinasi ini seluruh sasaran dapat tervaksinasi dan program ini mampu menekan angka kasus DBD, khususnya di wilayah rawan seperti Tanjung Palas Utara.
“Untuk triwulan ini, vaksinasi DBD menjadi prioritas utama kami,” pungkas Imam Sujono.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







