benuanta.co.id, TARAKAN – Ketegangan geopolitik dunia dan perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat dinilai menjadi pemicu utama melonjaknya harga emas sepanjang 2025. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2026.
Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir, mengatakan harga emas tahun lalu mencatatkan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah, dengan lonjakan mendekati 70 persen.
“Untuk tahun 2025 merupakan kenaikan harga emas yang tertinggi selama ini. Kenaikannya luar biasa, terutama karena geopolitik dan kebijakan Amerika yang berubah-ubah,” ungkapnya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, situasi global yang tidak stabil membuat investor berbondong-bondong memindahkan dananya ke emas sebagai aset safe haven. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir harga emas dunia kembali melonjak tajam.
“Minggu malam harga emas dunia naik dari sekitar 4.300 dolar ke 4.360 sampai 4.370 dolar per troy ounce, Senin sudah tembus 4.400 dolar. Di rupiah naik sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tren dedolaris dan potensi penurunan suku bunga Amerika memperkuat daya tarik emas. Ketika dolar melemah, emas justru semakin diburu oleh pemilik modal.
Pada tahun 2026, Pegadaian Tarakan memperkirakan harga emas masih akan naik di kisaran 14 hingga 20 persen. Angka tersebut bisa lebih tinggi jika ketidakpastian politik global terus berlanjut.
“Bisa saja lebih tinggi kalau stabilitas politik dunia semakin goyang seperti sekarang,” tuturnya.
Dengan hal tersebut, emas dinilai masih akan menjadi pilihan utama masyarakat dan investor dalam beberapa tahun ke depan. “Kalau masih bisa emas, lima tahun ke depan pun nilainya bisa lebih tinggi dibanding sekarang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







