Prabowo: Tudingan Diktator Bertolak Belakang dengan Sumpah Prajurit

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghadapi berbagai tudingan, termasuk dituduh ingin menjadi diktator dan berambisi berkuasa.

Kepala Negara, dalam agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu, menegaskan bahwa tuduhan tersebut bertolak belakang dengan sumpah dan nilai yang ia pegang sejak muda sebagai prajurit TNI.

“Saya dituduh mau jadi diktator, mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta, tetapi saya sejak muda, saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari TNI,” kata Presiden saat menyampaikan sambutan.

Presiden Prabowo menekankan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Program MBG Jangkau Seluruh Desa Akhir 2026

Kepala Negara mengingatkan bahwa pada masa awal kemerdekaan, negara belum memiliki anggaran, kementerian, maupun sistem perpajakan.

Dalam kondisi itu, kata Presiden, perjuangan mempertahankan kemerdekaan hanya bisa berjalan karena dukungan rakyat Indonesia, terutama para petani yang memberi makan dan menopang kehidupan para pejuang.

Prabowo juga mengenang pengalamannya saat menjalani pendidikan dan latihan militer di berbagai desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Menurut Presiden, rakyat dengan penuh keikhlasan keluar dari rumah-rumah sederhana untuk memberi minum dan makanan kepada para prajurit, meskipun harus bersusah payah mengambil kayu bakar dan air.

Baca Juga :  BGN Ingatkan Guru Juga Harus Dapat MBG pada 2026

Pengalaman itu, kata Presiden, menunjukkan betapa besarnya cinta rakyat, khususnya petani, terhadap TNI dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo menambahkan para petani sebagai kelompok yang paling setia dan paling “merah putih” di Republik Indonesia.

Karena itu, Presiden menyatakan tidak habis pikir mengapa selama puluhan tahun petani dan nelayan kerap kurang dihormati, dibela, dan dilindungi.

“Saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  ‎Investasi Emas di Indonesia Digandrungi Gen Z, Tumbuh 116 Persen pada 2025 ‎

Kesadaran itulah yang mendorong Prabowo menerima permintaan tokoh-tokoh pertanian untuk memimpin organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) setelah purnatugas dari militer.

Prabowo mengatakan ajakan tersebut sebagai kehormatan besar karena memberinya kesempatan untuk membela kepentingan petani dan nelayan Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh pangkat dan kehormatan yang pernah ia sandang berasal dari rakyat, khususnya para petani.

Oleh sebab itu, menurut Prabowo, sudah menjadi kewajiban moral baginya untuk berbakti dan membalas budi kepada rakyat Indonesia.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *