Potensi Hujan di Bulungan hingga Pertengahan Januari

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan memperingatkan masyarakat di Kalimantan Utara, khususnya Tanjung Selor dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2026.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Cristianto Sihombing, mengatakan wilayah Tanjung Selor berdasarkan analisis cuaca akan mengalami potensi hujan dengan intensitas sedang, yang diperkirakan pada periode 7 hingga 14 Januari 2026.

“Pada tanggal 7 sampai 8 Januari, hujan berpotensi terjadi dengan intensitas sedang. Selanjutnya, pada tanggal 9 hingga 12 Januari, potensi hujan masih tetap ada dan belum menunjukkan tren penurunan,” kata Cristianto pada benuanta.co.id, Selasa (6/1/2025).

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan 'Lagi' Usaha Warga di Bulungan

Cristiano menjelaskan, berlanjutnya hujan tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia serta fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), kondisi MJO yang melintas di wilayah Kalimantan Utara, ini menyebabkan pola hujan saat ini bersifat lokal namun dapat terjadi secara berulang dengan durasi yang cukup panjang.

“Adanya mulai aktif Monsun Oscillation (MJO) asia yang melintas di wilayah kalimantan utara, tren ini diprediksi tetap berlanjut hingga pertengahan bulan,” jelasnya

Baca Juga :  Kebakaran di Tugu Lemlai Suri Hanguskan 11 Kios dan Rumah Warga

Terkait potensi banjir, BMKG menyoroti potensi dampak hidrometeorologi, ia mengingatkan terhadap genangan air khususnya wilayah perkotaan dan daerah cekungan. Walaupun tidak masuk kategori hujan ekstrem, hujan intensitas sedang yang turun terus-menerus tetap berisiko menimbulkan genangan.

“Untuk Tanjung Selor saat ini berada pada status waspada. Yang perlu diperhatikan adalah durasi hujannya. Jika hujan berlangsung lama, akumulasi curah hujan bisa memicu genangan, terutama di wilayah rawan,” ujarnya.

Selain itu, Cristiano juga meminta agar masyarakat pesisir dan nelayan waspada terhadap kondisi perairan. Sirkulasi siklonik yang terpantau di Laut Cina Selatan, bagian utara Kalimantan Utara, berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan setempat.

Baca Juga :  Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Anggota DPRD Bulungan Resmi Jadi Tersangka

“Kami mengimbau nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut dan selalu memperhatikan informasi cuaca maritim,” tambah Cristianto.

BMKG Tanjung Harapan secara rutin menyampaikan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui media sosial resmi. Masyarakat diimbau untuk memantau pembaruan informasi guna mengantisipasi dampak cuaca yang berpotensi terjadi. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *