benuanta.co.id, TARAKAN – Olahraga padel mulai mencuri perhatian masyarakat di Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya di Kota Tarakan. Kehadiran lapangan khusus di kawasan Naga Mas Sport Center menjadi salah satu pemicu meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga yang tergolong baru ini.
Animo yang terus tumbuh mendorong munculnya inisiatif pembentukan organisasi resmi padel di tingkat provinsi. Salah satu tokoh yang bergerak mendorong hal itu adalah H. Najamuddin, yang kini tengah mengupayakan terbentuknya Pengurus Provinsi (Pengprov) Padel Kaltara.
Sebagai bagian dari tahapan awal, dirinya melakukan kunjungan ke Naga Padel Arena Tarakan pada Selasa (6/1/2026) untuk meminta surat dukungan. Dokumen tersebut dibutuhkan sebagai syarat memperoleh mandat dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).
“Hari ini kami melakukan kunjungan ke lapangan Padel Naga Mas untuk meminta surat dukungan. Dengan dasar itu, kami akan mengambil surat mandat ke Pengurus Padel Pusat (PBPI),” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, mandat dari PBPI menjadi dasar hukum untuk membentuk kepengurusan padel di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Tanpa struktur organisasi yang jelas, pembinaan dan pengembangan olahraga ini dinilai akan sulit berjalan optimal.
Saat ini, fasilitas padel di Kaltara masih terpusat di Tarakan. Namun, minat masyarakat yang terus meningkat dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong perluasan lapangan ke daerah lain.
“Padel di Kaltara saat ini baru ada satu, yakni di Tarakan. Kami juga sudah bertemu dengan pemilik lapangan Padel Naga Mas dan responsnya sangat baik karena ini juga bagian dari pengembangan market mereka,” ujarnya.
Ke depan, pembentukan pengurus di lima kabupaten dan kota menjadi target berikutnya, bersamaan dengan upaya menyiapkan sistem pembinaan atlet agar Kaltara tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penghasil atlet padel.
“Setelah mandat diambil, baru kita bisa kembangkan di lima kabupaten/kota. Target kita bukan hanya organisasi, tapi juga menciptakan atlet padel dari Kaltara,” jelasnya.
Ia juga menilai pentingnya memasukkan padel sebagai cabang olahraga resmi dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), sehingga atlet daerah memiliki ruang untuk berkompetisi di tingkat nasional.
“Semoga ke depan padel bisa masuk sebagai cabang olahraga di PON. Soal medali itu tergantung pembinaan atletnya nanti,” terangnya.
Selain dukungan organisasi, ketersediaan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Pembangunan lapangan padel di daerah lain direncanakan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
“Ini olahraga baru dan peminatnya banyak dari kalangan generasi muda, jadi harus step by step. Kita akan kolaborasi dengan kepala daerah agar ke depan bisa dibangun lapangan padel di masing-masing daerah,” terangnya.
Dengan tren nasional yang terus meningkat, padel dinilai berpotensi menjadi salah satu cabang olahraga unggulan baru di Kalimantan Utara.
“Padel ini lagi booming di Indonesia. Jangan sampai Kaltara ketinggalan zaman. Sebagai masyarakat Kaltara, ini tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







